Revitalisasi Gedung Sate Dimulai, Plaza Baru Akan Terhubung ke Gasibu
Teman Voks, wajah kawasan ikonik Bandung bakal segera berubah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memulai penataan ulang Gedung Sate dengan membangun plaza baru yang akan terintegrasi langsung ke Lapangan Gasibu.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas kawasan pusat pemerintahan sekaligus menghadirkan ruang publik yang lebih modern dan nyaman.
Pembongkaran Sudah Dimulai
Pantauan di lokasi pada Rabu (15/4/2026), proses pengerjaan tahap awal sudah berjalan. Area halaman depan Gedung Sate mulai dibongkar, ditandai dengan pengangkatan paving blok menggunakan alat berat.
Kini, sebagian area yang sebelumnya tertutup paving sudah berubah menjadi hamparan tanah. Penataan tahap awal ini difokuskan pada area depan sebagai titik utama pembangunan plaza.
Total Anggaran Capai Rp15,8 Miliar
Teman Voks, proyek revitalisasi ini bukan proyek kecil. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp15,82 miliar.
Rinciannya:
- Pekerjaan fisik: Rp15.037.177.000
- Konsultasi perencanaan: Rp321.300.000
- Konsultasi pengawasan: Rp464.300.000
Seluruh proyek ini berada di bawah tanggung jawab Biro Umum Setda Jawa Barat dan menggunakan metode e-purchasing.
Target Rampung Agustus 2026
Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Biro Umum Setda Jabar, Winny Citra, proyek ini dijadwalkan berlangsung mulai 8 April hingga 6 Agustus 2026.
Artinya, dalam beberapa bulan ke depan, masyarakat Bandung sudah bisa melihat wajah baru kawasan Gedung Sate yang lebih tertata.
Kembalikan Poros Ikonik Bandung
Penataan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga upaya menghidupkan kembali poros bersejarah kawasan tersebut.
Konsep utama proyek ini adalah mengintegrasikan:
- Gedung Sate
- Jalan Diponegoro
- Lapangan Gasibu
Ketiganya akan dijadikan satu kesatuan ruang yang merepresentasikan identitas pemerintahan Jawa Barat.
“Penataan kawasan dilakukan dengan mengembalikan poros Gedung Sate–Jalan Diponegoro–Lapangan Gasibu sebagai sumbu utama,” jelas Winny.
Jadi Ruang Publik Modern dan Ramah Pejalan Kaki
Dengan luas penataan mencapai 14.642 meter persegi, kawasan ini akan disulap menjadi ruang publik yang lebih inklusif.
Beberapa konsep yang diusung antara lain:
- Jalur pedestrian yang lebih nyaman
- Ruang terbuka hijau
- Sentuhan budaya khas Jawa Barat
- Area publik yang ramah untuk aktivitas warga
Integrasi ini diharapkan membuat kawasan Gedung Sate tak hanya jadi pusat pemerintahan, tapi juga destinasi ruang publik yang hidup.
Bandung Siap Punya Ikon Baru
Teman Voks, revitalisasi ini jadi langkah penting dalam mempercantik wajah Kota Bandung sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik.
Dengan konsep yang lebih terbuka dan terintegrasi, kawasan Gedung Sate berpotensi menjadi ikon baru yang tidak hanya representatif secara pemerintahan, tapi juga ramah bagi masyarakat.
Kalau proyek ini berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin kawasan ini akan jadi salah satu spot favorit warga Bandung—baik untuk beraktivitas, bersantai, maupun menikmati ruang kota yang lebih tertata.