Survei Temukan 10 Ribu Siswa Butuh Pendampingan, Pemkot Bandung Siapkan Layanan Psikologi di 12 Puskesmas

Survei Temukan 10 Ribu Siswa Butuh Pendampingan, Pemkot Bandung Siapkan Layanan Psikologi di 12 Puskesmas

Bandung, Voks Radio – Pemerintah Kota Bandung memperkuat upaya penanganan kesehatan mental pelajar setelah hasil survei menunjukkan ribuan siswa membutuhkan pendampingan psikologis.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa survei kesehatan mental terhadap siswa SD hingga SMA sederajat dilakukan setiap tahun selama tiga bulan. Kegiatan ini merupakan arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kepada dinas kesehatan daerah.

“Kementerian Kesehatan itu mewajibkan kepada Dinas Kesehatan setiap tahun, selama tiga bulan, melakukan survei kesehatan mental kepada anak SD, SMP, dan SMA sederajat,” ujar Farhan dalam unggahan video di akun Instagram @halobandung, Minggu (22/2/2026).

Sampel 50 Persen, Temuan 10 Ribu Siswa

Farhan menjelaskan, survei tersebut menggunakan sampel yang cukup besar, yakni sekitar 50 persen dari populasi siswa di Kota Bandung. Dari hasil terbaru, ditemukan sekitar 10 ribu siswa dari jenjang SD hingga SMA yang mengalami gangguan kesehatan mental.

“Sample-nya sangat besar, itu 50 persen dari populasi siswa. Hasil yang kemarin menunjukkan bahwa memang ada 10 ribu siswa di Kota Bandung, level SD sampai level SMA, yang mengalami gangguan kesehatan mental,” katanya.

Temuan ini menjadi alarm sekaligus dasar kebijakan bagi Pemkot Bandung untuk memperkuat sistem penanganan yang lebih terstruktur dan terintegrasi.

Libatkan Sekolah, Orang Tua, dan Fasilitas Kesehatan

Menurut Farhan, penanganan kesehatan mental tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, serta fasilitas layanan kesehatan agar pendampingan berjalan efektif.

Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penunjukan 12 puskesmas yang akan membuka praktik psikologi klinis. Dengan begitu, layanan kesehatan mental dapat diakses lebih dekat oleh pelajar maupun masyarakat umum.

“Kementerian Kesehatan sudah memberikan perintah, saat ini kita akan menunjukkan 12 puskesmas akan membuka praktik psikologi klinis,” ujarnya.

Keberadaan layanan ini diharapkan dapat mempermudah proses rujukan jika ditemukan siswa dengan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

Guru BK Jadi Garda Terdepan

Namun Teman Voks, Farhan menegaskan bahwa siswa tidak akan langsung dirujuk ke psikolog. Proses penanganan dimulai dari lingkungan sekolah melalui assessment terstruktur.

Tahap pertama dilakukan oleh guru bimbingan konseling (BK) dengan melakukan skrining awal untuk mengidentifikasi siswa yang menunjukkan gejala gangguan kesehatan mental. Untuk memperkuat peran tersebut, Pemkot Bandung akan menjalankan program peningkatan kapasitas atau capacity building bagi guru BK.

“Untuk itulah, kita akan mengusung sebuah program untuk peningkatan kapasitas, atau capacity building untuk guru BK, sehingga bisa melakukan asesmen awal siapa saja murid-murid mereka ini yang mengalami gejala-gejala gangguan kesehatan mental,” jelas Farhan.

Dengan bekal pelatihan tersebut, guru BK diharapkan mampu melakukan deteksi dini sebelum kondisi siswa berkembang menjadi lebih serius.

Komunikasi dengan Orang Tua Jadi Kunci

Farhan juga menekankan pentingnya komunikasi antara sekolah dan orang tua sebelum siswa mendapatkan layanan lanjutan. Pendekatan ini dinilai penting agar keluarga memahami kondisi anak dan tidak merasa tersinggung atau menolak proses pendampingan.

“Mesti ada juga bentuk komunikasi antara guru BK dan sekolah dengan para orang tuanya. Jangan sampai orang tuanya melakukan resistensi karena tersinggung,” katanya.

Langkah komunikasi ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem dukungan yang sehat bagi siswa.

Psikolog Lakukan Intervensi Lanjutan

Setelah assessment awal dilakukan dan komunikasi dengan orang tua terjalin, barulah psikolog dilibatkan untuk pemeriksaan lanjutan. Psikolog akan memberikan intervensi sesuai kebutuhan serta menentukan apakah siswa memerlukan terapi khusus.

Apabila ditemukan kasus dengan tingkat keparahan tertentu, sekolah bersama tenaga kesehatan akan membuat rujukan profesional ke puskesmas yang memiliki praktik psikologi klinis untuk mendapatkan penanganan lebih intensif.

Teman Voks, langkah ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental pelajar kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Dengan pendekatan yang sistematis mulai dari sekolah hingga fasilitas kesehatan, Pemkot Bandung berharap para siswa bisa mendapatkan dukungan yang tepat sehingga tetap tumbuh dan belajar dalam kondisi mental yang sehat

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

image_750x500_699a96d8eafda
Patroli Sahur di Mekarwangi, 17 Pemuda Diamankan Tim Prabu Lodaya Presisi
images (14)
Produk AS Tetap Wajib Halal, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Pelonggaran Aturan
Purbaya_Yudhi_KSSK
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Capai 6%
648ad2054ec85
Ini Kata MUI Soal Vape Saat Puasa: Batalkah Puasa Kamu?
a_691e816c6cc12
Emas Antam Naik Lagi! Harga Emas Batangan Sentuh Rp 3,068 Juta per Gram

#ADVERTISE