Mitos Air Dingin Saat Serangan Jantung, Dokter Tegaskan Tak Ada Manfaatnya
Bandung, Voks Radio – Teman Voks, penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Sayangnya, berbagai informasi yang tidak memiliki dasar medis masih kerap dipercaya masyarakat, termasuk anggapan bahwa minum atau memberikan air dingin saat seseorang mengalami gangguan jantung bisa membantu.
Lantas, benarkah cara tersebut bermanfaat?
Dokter: Air Dingin Tidak Berpengaruh
Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Yislam Aljaidi, menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara minum air dingin dengan penanganan penyakit jantung.
Menurutnya, penyakit jantung koroner terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah di jantung. Faktor yang berpengaruh bukanlah suhu air yang diminum, melainkan pengendalian faktor risiko utama seperti tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
“Tadi kita bahas penyakit jantung koroner, yang terjadi karena ada penyempitan pembuluh darah di jantung. Jadi, mau air apa juga nggak berpengaruh,” jelas dr Yislam dalam temu media di Cibubur, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan bahwa yang jauh lebih penting adalah bagaimana cara menurunkan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara konsisten.
Jika Sumbatan Sudah Parah
dr Yislam juga menjelaskan bahwa ketika sumbatan pembuluh darah sudah mencapai sekitar 80 persen, pengaturan pola hidup saja tidak lagi cukup.
Dalam kondisi tersebut, pasien biasanya memerlukan terapi obat-obatan hingga tindakan medis seperti kateterisasi jantung atau pemasangan ring (stent).
Namun, tindakan medis bukan berarti masalah selesai.
Gaya Hidup Tetap Kunci Utama
Setelah pemasangan ring atau tindakan lain dilakukan, pasien tetap wajib menjaga pola hidup sehat. Hal ini penting untuk mencegah penyumbatan ulang.
Kontrol gula darah, kolesterol jahat atau Low-Density Lipoprotein (LDL), serta tekanan darah harus tetap menjadi prioritas.
“Sebab, mau dipasang ring bagus sekali pun, kalau habis itu nggak dijaga pola hidupnya, malah risiko untuk tersumbat lagi lebih tinggi,” tegasnya.
Kebiasaan seperti begadang, merokok, dan membiarkan kadar gula tetap tinggi justru dapat meningkatkan risiko penyempitan kembali, bahkan di lokasi pemasangan ring.
Jangan Percaya Mitos, Utamakan Penanganan Medis
Teman Voks, saat terjadi dugaan serangan jantung, langkah yang paling tepat adalah segera mencari pertolongan medis, bukan mengandalkan mitos yang belum terbukti secara ilmiah.
Mengedukasi diri tentang faktor risiko dan menjaga gaya hidup sehat jauh lebih efektif dalam mencegah penyakit jantung dibandingkan mempercayai informasi yang tidak berdasar.
Tetap jaga kesehatan, rutin cek tekanan darah, gula, dan kolesterol, serta konsultasikan kondisi jantung Anda kepada tenaga medis profesional.