Bolos Sekolah Demi Sepak Bola: Kisah Anak 9 Tahun yang Ketahuan Kamera TV

Bolos Sekolah Demi Sepak Bola: Kisah Anak 9 Tahun yang Ketahuan Kamera TV

Teman Voks, sepak bola memang punya daya tarik luar biasa. Bukan cuma bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Namun kisah seorang bocah berusia 9 tahun ini menunjukkan bahwa kecintaan pada sepak bola, jika tak diimbangi pertimbangan matang, bisa berujung masalah.

Seorang anak di Inggris menjadi perbincangan hangat setelah ketahuan bolos sekolah demi menonton langsung pertandingan sepak bola bergengsi. Ia diketahui pergi ke London bersama ayahnya untuk menyaksikan laga semifinal Carabao Cup antara Newcastle United dan Arsenal. Masalahnya, kepergian itu dilakukan setelah pihak sekolah diberi kabar bahwa sang anak sedang sakit.

Awalnya, alasan tersebut berjalan mulus. Namun segalanya berubah ketika kamera siaran televisi menyorot wajah bocah itu di tribun stadion. Ia terlihat jelas merayakan gol kemenangan tim favoritnya dengan penuh antusias, tanpa sadar bahwa momen tersebut ditonton jutaan pasang mata.

Kamera TV Jadi “Guru Pengganti”

Cuplikan siaran itu dengan cepat beredar di media sosial. Tak butuh waktu lama hingga teman-teman sekolahnya mengenali sosok tersebut. Dari sinilah kebenaran mulai terkuak. Pihak sekolah akhirnya mengetahui bahwa siswa yang dikabarkan sakit itu ternyata sedang berada ratusan kilometer dari ruang kelas, menikmati atmosfer pertandingan sepak bola secara langsung.

Setelah video tersebut viral, sekolah dilaporkan langsung mengubah status ketidakhadiran sang anak. Dari yang semula tercatat sebagai izin sakit, kini menjadi ketidakhadiran tanpa izin. Keputusan ini sekaligus menegaskan sikap sekolah dalam menegakkan aturan, meskipun alasan bolosnya terbilang “tidak biasa”.

Kisah ini kemudian ramai diperbincangkan warganet. Ada yang menganggapnya lucu dan menggemaskan, ada pula yang menilai tindakan tersebut sebagai contoh kurang baik dalam mendidik anak soal tanggung jawab.

Antara Mimpi Anak dan Aturan Sekolah

Teman Voks, menonton langsung pertandingan besar tentu menjadi pengalaman berharga bagi seorang anak. Atmosfer stadion, sorak-sorai suporter, hingga momen selebrasi gol bisa jadi kenangan seumur hidup. Namun di sisi lain, sekolah tetap memiliki aturan yang harus dipatuhi.

Dalam sistem pendidikan di Inggris, ketidakhadiran tanpa izin merupakan hal serius. Sekolah memiliki kewajiban mencatat absensi secara ketat, bahkan orang tua bisa dikenai sanksi jika terbukti sengaja membiarkan anak bolos tanpa alasan yang sah.

Kasus ini menunjukkan benturan klasik antara pengalaman hidup dan kewajiban akademik. Orang tua berada di posisi sulit: ingin memberikan pengalaman tak terlupakan bagi anak, namun harus tetap menghormati aturan pendidikan yang berlaku.

Peran Orang Tua Jadi Sorotan

Tak sedikit warganet yang mengalihkan perhatian pada peran sang ayah. Banyak yang menilai keputusan membawa anak bolos sekolah, lalu memberikan alasan sakit, sebagai tindakan yang berisiko memberi contoh kurang tepat.

Anak-anak belajar bukan hanya dari sekolah, tapi juga dari perilaku orang tuanya. Dalam kasus ini, pesan yang bisa terbaca adalah bahwa aturan bisa dilanggar selama alasannya menyenangkan. Padahal, pendidikan karakter juga tumbuh dari konsistensi antara ucapan dan tindakan orang dewasa di sekitarnya.

Di sisi lain, ada pula yang membela sang ayah. Menurut mereka, pengalaman emosional seperti menonton semifinal besar secara langsung bisa menjadi bagian dari pembelajaran hidup yang tak kalah penting dari pelajaran di kelas.

Pelajaran di Balik Cerita Viral

Terlepas dari pro dan kontra, kisah ini menjadi pengingat bahwa di era media sosial, hampir tidak ada hal yang benar-benar tersembunyi. Kamera, unggahan, dan rekaman bisa dengan mudah membongkar kebohongan kecil yang awalnya dianggap aman.

Bagi anak-anak, konsekuensi dari tindakan juga menjadi pelajaran penting. Meski tidak disebutkan adanya hukuman lanjutan, perubahan status absensi saja sudah cukup memberi pesan bahwa setiap pilihan punya dampaknya masing-masing.

Bagi orang tua, cerita ini bisa menjadi refleksi untuk mencari jalan tengah. Jika ingin memberi pengalaman berharga di luar sekolah, komunikasi terbuka dengan pihak sekolah mungkin bisa menjadi solusi yang lebih bijak dibanding memberikan alasan palsu.

Sepak bola boleh jadi gairah, mimpi, bahkan identitas. Tapi pendidikan tetap fondasi. Dan kisah bocah 9 tahun ini mengingatkan kita semua: seseru apa pun alasannya, bolos sekolah tetap punya konsekuensi.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

069975800_1628215413-Nugget-dan-Sosis
Makanan Siap Saji di Supermarket, Ancaman Kesehatan Jangka Panjang yang Sering Diabaikan
tehran-flag-GettyImages-2199945331
Iran Tegas Tolak Serahkan Pengayaan Uranium di Tengah Negosiasi dengan AS
1000465462
Kepesertaan BPJS PBI untuk Pasien Penyakit Berat Dipercepat, Ini Penjelasan Lengkap dari Mensos
6987ffe78cd53
Persib Bandung Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2, Ujian Maung Bandung di Level Asia
menu-mbg-ala-eropa-yang-enggan-disantap-siswa-sdn-1-telagawaru-kecamatan-labuapi-lombok-barat-dok-satgas-mbg-lombok-barat-1759506455612_169
Survei Indikator: Mayoritas Penerima Puas Program Makan Bergizi Gratis

#ADVERTISE