Survei Indikator: Mayoritas Penerima Puas Program Makan Bergizi Gratis

Survei Indikator: Mayoritas Penerima Puas Program Makan Bergizi Gratis

Teman Voks, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto masih mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini tercermin dari hasil survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia terkait persepsi publik terhadap kinerja presiden serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara.

Survei yang dirilis pada Minggu, 8 Februari 2026 tersebut menunjukkan bahwa 72,8 persen penerima manfaat program MBG menyatakan puas dengan pelaksanaan program. Sementara itu, 12,2 persen responden bahkan mengaku sangat puas dengan program yang sejak awal digadang-gadang sebagai upaya memperbaiki kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyampaikan bahwa tingkat kepuasan ini secara umum mencerminkan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan MBG. Meski begitu, ia juga menyoroti bahwa kelompok yang merasa “cukup puas” masih cukup besar dan berpotensi berubah sikap apabila kualitas program tidak dijaga.

“Yang puas total 72,8 persen, tapi yang betul-betul sangat puas itu masih relatif rendah, sekitar 12,2 persen. Artinya, persepsi publik masih cukup cair dan sangat tergantung pada pelaksanaan di lapangan,” ujar Burhanuddin, seperti disampaikan dalam laporan KompasTV.

Tantangan Kualitas dan Isu Negatif

Burhanuddin menegaskan bahwa keberlanjutan kepuasan publik sangat bergantung pada kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai institusi yang bertanggung jawab terhadap program MBG. Menurutnya, kualitas makanan serta respons terhadap isu-isu negatif yang muncul menjadi faktor krusial dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia menyebut, beberapa isu seperti dugaan keracunan makanan yang sempat mencuat di sejumlah daerah bisa berdampak besar pada persepsi publik jika tidak ditangani secara serius dan transparan. Apalagi, kelompok masyarakat yang saat ini merasa “cukup puas” berpotensi mengubah penilaiannya bila persoalan tersebut berulang.

“Nah, yang cukup puas ini sangat mungkin berubah sesuai kondisi, tergantung kemampuan BGN untuk memperbaiki kualitas dan menangani isu-isu negatif, terutama yang berkaitan dengan keamanan pangan,” kata Burhanuddin.

Ia pun berharap BGN dapat terus melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi distribusi, kualitas menu, hingga standar keamanan makanan. Pasalnya, peningkatan angka ketidakpuasan bukan hanya berdampak pada citra program MBG, tetapi juga berimplikasi langsung terhadap penilaian publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Capaian dan Target Penerima Manfaat

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan perkembangan terbaru terkait cakupan program MBG. Dalam sebuah acara Mujahadah Kubro dalam rangka Peringatan Hari Lahir Satu Abad Nahdlatul Ulama yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG saat ini telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat.

Tak berhenti di situ, pemerintah menargetkan perluasan program agar dapat menjangkau 82,3 juta penerima manfaat sebelum akhir tahun 2026. Target tersebut mencerminkan ambisi besar pemerintah dalam menjadikan MBG sebagai salah satu program sosial unggulan yang berdampak luas bagi masyarakat.

“InsyaAllah sebelum akhir tahun ini kita akan sampai 82,3 juta penerima manfaat,” ujar Prabowo dalam sambutannya.

Antara Harapan dan Realita di Lapangan

Teman Voks, hasil survei ini menunjukkan bahwa program MBG memiliki modal kepercayaan yang cukup kuat dari masyarakat. Namun, kepercayaan tersebut bukan sesuatu yang statis. Konsistensi kualitas, transparansi pengelolaan, serta respons cepat terhadap masalah di lapangan menjadi kunci agar kepuasan publik tidak menurun.

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, MBG diharapkan tidak hanya menjadi program bagi-bagi makanan, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan dan masa depan generasi Indonesia. Survei Indikator ini bisa dibaca sebagai alarm sekaligus peluang: alarm agar pemerintah tidak lengah, dan peluang untuk memperkuat program yang sudah berjalan.

Menarik untuk ditunggu, bagaimana langkah BGN dan pemerintah ke depan dalam memastikan bahwa program MBG benar-benar memberikan manfaat optimal, sekaligus menjaga kepercayaan publik yang saat ini masih relatif solid.

Tetap pantengin Voks Radio, Teman Voks, karena kami akan terus mengawal isu-isu penting yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari kamu.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

069975800_1628215413-Nugget-dan-Sosis
Makanan Siap Saji di Supermarket, Ancaman Kesehatan Jangka Panjang yang Sering Diabaikan
tehran-flag-GettyImages-2199945331
Iran Tegas Tolak Serahkan Pengayaan Uranium di Tengah Negosiasi dengan AS
1000465462
Kepesertaan BPJS PBI untuk Pasien Penyakit Berat Dipercepat, Ini Penjelasan Lengkap dari Mensos
6987ffe78cd53
Persib Bandung Tantang Ratchaburi FC di 16 Besar ACL 2, Ujian Maung Bandung di Level Asia
menu-mbg-ala-eropa-yang-enggan-disantap-siswa-sdn-1-telagawaru-kecamatan-labuapi-lombok-barat-dok-satgas-mbg-lombok-barat-1759506455612_169
Survei Indikator: Mayoritas Penerima Puas Program Makan Bergizi Gratis

#ADVERTISE