Ternyata Salat Tarawih di Bali Tetap Berjalan Saat Nyepi!

Pelaksanaan salat tarawih pada Hari Raya Nyepi 2025 telah diatur dengan kesepahaman agar kedua ibadah dapat berjalan berdampingan tanpa mengganggu satu sama lain. Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menegaskan kesepakatan telah dicapai antara tokoh lintas agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta pemerintah daerah.

“Salat tarawih bisa berjalan dan Nyepi tidak tercederai. Kami ingin menunjukkan ke masyarakat Indonesia dan dunia bahwa Bali adalah contoh harmoni dalam keberagaman,” ujar Sukahet seusai acara Gelar Agung Pecalang Bali 2025 di Denpasar, Sabtu (15/3/2025).

 

Dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Gubernur Bali, Kapolda, Danrem, serta tokoh agama Islam, jemaah diperbolehkan melaksanakan salat tarawih dengan aturan khusus. Mereka harus berjalan kaki ke masjid terdekat tanpa kendaraan, tidak menggunakan pengeras suara, serta menyelesaikan salat sesuai waktu yang telah ditentukan.

Pecalang juga akan membantu mengawal kelancaran ibadah agar tidak mengganggu kekhusyukan perayaan Nyepi.

“Partisipasi pecalang dan desa adat sangat penting dalam menjaga keseimbangan ini. Ini bukti bahwa Bali tetap menjaga kerukunan dan semangat toleransi,” tambahnya.

Adapun Hari Raya Nyepi jatuh pada 29 Maret mendatang, bertepatan dengan puasa Ramadan hari ke-29 bagi muslim yang menjalankannya.

 

Source : Detik

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

images (27)
6 Cara Mengamankan Akun WhatsApp, Biar Chat Nggak Gampang Dibobol
images (26)
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal dan Lebih Kering, Ini Dampaknya Buat Indonesia
upload_c35787bb58dda9b9842afb2965a712b7_7d8fd687-c567-48fb-9372-5ed2ab2cee07
Rupiah Nyaris Sentuh Rp17 Ribu per Dolar AS, Ini Dampak dan Penyebabnya
Mudik
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Bisa Diakses Selama Libur Lebaran 2026
awas-doyan-makan-junk-food-bikin-gen-z-dan-millenial-rentan-kena-hipertensi-dan-diabetes42
Survei Ungkap 47 Persen Orang Indonesia Lakukan Emotional Eating, Apa Dampaknya?

#ADVERTISE