Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Inggris, Respons Keras ke Ancaman Trump

Seruan Boikot Piala Dunia 2026 Menguat di Inggris, Respons Keras ke Ancaman Trump

Bandung — Teman Voks, wacana boikot Piala Dunia 2026 mulai menguat di Inggris. Seruan ini muncul sebagai respons atas pernyataan kontroversial Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang belakangan melontarkan ancaman terkait Greenland serta mengumumkan tarif baru terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris.

Menariknya, desakan boikot tersebut datang lintas partai politik, mulai dari Konservatif, Partai Buruh, hingga Liberal Demokrat. Mereka menilai sikap Trump sudah melampaui batas dan perlu dihadapi dengan tekanan yang tegas, termasuk melalui ajang olahraga global seperti Piala Dunia.

Konservatif: Boikot Bisa Jadi Tekanan Politik

Anggota parlemen senior Partai Konservatif, Simon Hoare, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mendorong pemerintah Inggris mempertimbangkan langkah keras. Dalam pernyataannya di parlemen, Hoare secara terbuka menyebut boikot Piala Dunia sebagai opsi yang layak dipertimbangkan.

“Kita perlu melawan api dengan api. Trump mudah tersinggung, memiliki ego besar, dan tidak suka dipermalukan,” ujar Hoare, dikutip dari Guardian, Selasa (20/1/2026).

Ia bahkan menyinggung langsung keikutsertaan Timnas Inggris di ajang tersebut. Menurut Hoare, tampilnya Inggris di stadion-stadion Amerika Serikat justru bisa menjadi alat tekanan politik.

“Haruskah tim sepak bola kita bermain di stadion Amerika untuk Piala Dunia? Ini adalah hal-hal yang akan mempermalukan presiden di dalam negeri,” lanjutnya.

Usulan Batalkan Kunjungan Raja Charles

Selain boikot Piala Dunia, Hoare juga mengusulkan langkah diplomatik lain yang tak kalah keras, yakni membatalkan rencana kunjungan kenegaraan Raja Charles ke Amerika Serikat. Menurutnya, pembatalan tersebut bisa menjadi sinyal kuat ketidakpuasan Inggris terhadap kebijakan dan pernyataan Trump.

Usulan ini mendapat dukungan dari pemimpin Partai Liberal Demokrat, Ed Davey, yang menilai pendekatan simbolik semacam itu penting dalam diplomasi modern.

Liberal Demokrat: Trump Hanya Peduli Harga Diri

Nada serupa datang dari anggota parlemen Liberal Demokrat, Luke Taylor. Ia menilai tekanan melalui Piala Dunia akan lebih efektif dibandingkan pernyataan diplomatik biasa.

“Satu-satunya hal yang dia tanggapi adalah harga dirinya sendiri,” kata Taylor.

Menurut Taylor, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung global yang sarat makna politik dan simbolik. Karena itu, boikot dinilai dapat memberikan dampak psikologis dan politik yang signifikan bagi Trump.

Partai Buruh: Sikap Trump Sudah Melampaui Batas

Dukungan boikot juga datang dari Partai Buruh. Anggota parlemen Kate Osborne menilai sikap Trump selama ini telah melanggar banyak nilai fundamental yang dijunjung Inggris dan komunitas internasional.

Osborne menyinggung rekam jejak Trump dalam isu hak asasi manusia, sikapnya terhadap supremasi hukum, hingga ancaman terhadap Greenland dan tekanan politik terhadap pemerintah Inggris.

“Amerika Serikat seharusnya tidak boleh berpartisipasi dalam Piala Dunia, apalagi menjadi tuan rumahnya,” ujar Osborne kepada Metro.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa bagi sebagian politisi Inggris, isu Piala Dunia 2026 telah bergeser dari sekadar olahraga menjadi persoalan moral dan politik global.

Piala Dunia di Tengah Ketegangan Politik

Seperti diketahui, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini direncanakan berlangsung pada musim panas dan menjadi Piala Dunia pertama dengan format 48 tim.

Seruan boikot dari Inggris menambah daftar panjang kontroversi politik yang membayangi Piala Dunia, setelah sebelumnya isu hak asasi manusia juga mencuat di berbagai edisi turnamen.

Hingga kini, pemerintah Inggris belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kemungkinan boikot. Namun tekanan dari parlemen lintas partai menunjukkan bahwa isu ini berpotensi menjadi perdebatan besar dalam waktu dekat.

Voks Radio akan terus memantau perkembangan isu ini dan menghadirkannya untuk Teman Voks, di tengah irisan antara sepak bola, diplomasi, dan politik global.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

1772062783-6000x4000
37 Juta Ton Sampah per Tahun, Mahasiswa Ditantang Cari Solusi Lewat Kompetisi #GreenGeneration
images (24)
Iran Ancam Serang Kapal AS dan Sekutunya di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak
medsos-700x350
Aturan Pembatasan Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Segera Berlaku, TikTok dan YouTube Mulai Koordinasi dengan Pemerintah
images (23)
Berapa Kebutuhan Omega-3 Harian Orang Dewasa? Ini Manfaat, Sumber, dan Tips Konsumsinya
resep-pepes-tahu_169
5 Makanan Tradisional Indonesia dengan Rating Terendah Versi TasteAtlas, Ada yang dari Jawa Barat

#ADVERTISE