Pemkot Bandung Pantau Super Flu, RSUD Disiagakan dan DBD Jadi Perhatian Awal 2026
Teman Voks, Pemerintah Kota Bandung tengah meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya laporan penyebaran virus influenza varian baru yang dikenal sebagai super flu di sejumlah wilayah. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Kota Bandung, pemantauan ketat tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya masih mengamati secara seksama perkembangan situasi kesehatan, khususnya terkait potensi penyebaran super flu di wilayah Kota Bandung.
“Sekarang ini sesuai dengan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, kita akan mengamati dengan seksama apabila ada yang terindikasi di Kota Bandung,” ujar Farhan saat ditemui di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).
Belum Ada Kasus Super Flu di Kota Bandung
Farhan menegaskan, berdasarkan laporan terbaru dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, tidak ada satu pun dari tujuh orang yang terdeteksi sebagai suspek super flu di Jawa Barat berasal dari Kota Bandung.
“Laporan Dinkes dari tujuh orang yang dideteksi di Jawa Barat tidak ada yang di Kota Bandung,” tuturnya.
Meski demikian, Pemkot Bandung tetap menyiapkan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu ditemukan kasus yang mengarah pada super flu. Salah satu langkah tersebut adalah menyiagakan fasilitas kesehatan, termasuk ruang isolasi.
“Kita sudah siapkan di RSUD, tempat isolasi yang sangat baik,” kata Farhan.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan sistem kesehatan daerah, agar Kota Bandung tidak terlambat merespons apabila terjadi peningkatan kasus di kemudian hari.
Belum Ada Imbauan Masker dari Pemkot
Teman Voks, berbeda dengan masa pandemi COVID-19, Pemerintah Kota Bandung saat ini belum mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk kembali mengenakan masker secara umum.
Menurut Farhan, kebijakan penggunaan masker secara luas harus mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
“Belum, karena harus dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.
Meski belum ada imbauan masker, upaya pencegahan tetap dilakukan melalui peningkatan kewaspadaan di fasilitas layanan kesehatan. Pemerintah Kota Bandung akan memperketat proses skrining bagi pasien yang datang dengan keluhan flu atau gejala pernapasan.
“Pencegahannya tentu kita akan melakukan screening di puskesmas dan rumah sakit. Kalau ada yang flu, akan kita waspadai,” jelas Farhan.
Langkah skrining ini diharapkan mampu mendeteksi lebih dini potensi penyebaran virus, sekaligus mencegah terjadinya penularan yang lebih luas di masyarakat.
Tidak Hanya Super Flu, DBD Juga Diwaspadai
Selain super flu, Farhan juga mengingatkan bahwa ancaman penyakit lain yang perlu mendapat perhatian serius di awal tahun 2026 adalah demam berdarah dengue (DBD).
Menurutnya, kondisi cuaca yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berpotensi meningkatkan risiko penyebaran DBD di Kota Bandung.
“Tingkat kewaspadaan saat ini tidak hanya super flu, tapi juga demam berdarah karena dikhawatirkan bulan Januari 2026 meningkat,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, tingginya curah hujan pada November dan Desember 2025 yang kemudian menurun secara tiba-tiba pada Januari 2026 berpotensi menciptakan banyak genangan air.
“Selama bulan November dan Desember curah hujan tinggi, lalu tiba-tiba Januari turun. Artinya akan banyak genangan, tempat-tempat lembap,” jelasnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat ideal bagi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, yang menjadi vektor utama penyebaran DBD.
Imbauan Waspada untuk Warga Bandung
Farhan pun mengimbau masyarakat Kota Bandung untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, khususnya dalam menjaga kebersihan dan mencegah munculnya genangan air.
“Jadi bapak ibu hati-hati,” katanya.
Ia menekankan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga kesehatan lingkungan, seperti membersihkan tempat penampungan air, menguras bak mandi secara rutin, serta memastikan tidak ada air tergenang di sekitar rumah.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk menekan risiko penyebaran DBD, terutama di masa peralihan cuaca seperti sekarang.
Pemantauan Berlanjut
Teman Voks, Pemkot Bandung memastikan akan terus memantau perkembangan situasi kesehatan, baik terkait super flu maupun penyakit musiman lainnya. Koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat juga terus dilakukan untuk memastikan langkah penanganan yang tepat dan terukur.
Dengan belum ditemukannya kasus super flu di Kota Bandung, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Menjaga daya tahan tubuh, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala flu berat menjadi langkah penting yang bisa dilakukan bersama.
Pemkot Bandung menegaskan bahwa kesiapsiagaan lebih awal merupakan kunci agar potensi ancaman kesehatan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.