Pemkot Bandung Gelar Bazar Murah Ramadan di 15 Kecamatan, Jaga Harga Tetap Stabil
Bandung, Voks Radio – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung memastikan pelaksanaan program Bazar Murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah.
Program ini dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan akan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung secara bergilir. Skema ini dipilih agar masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau tanpa harus datang ke pusat kota.
Kepala Bidang Distribusi Perdagangan dan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan bazar murah menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga pangan saat Ramadan.
“Momentum Ramadan selalu diikuti peningkatan permintaan bahan pokok rumah tangga. Karena itu, pemkot perlu menghadirkan akses belanja dengan harga lebih terjangkau agar daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Meiwan, Minggu (22/2/2026).
Digelar Bergilir di 15 Kecamatan
Meiwan menjelaskan, pelaksanaan bazar murah dilakukan secara bergilir agar distribusi manfaat merata di seluruh wilayah Kota Bandung. Dengan sistem ini, warga di setiap kecamatan dapat memperoleh akses sembako bersubsidi lebih dekat dari lingkungan tempat tinggalnya.
Adapun komoditas yang disiapkan meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, serta sejumlah kebutuhan pangan strategis lainnya yang paling banyak dikonsumsi selama Ramadan.
Teman Voks, Ramadan memang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga. Kenaikan permintaan tersebut kerap berdampak pada fluktuasi harga di pasar tradisional. Karena itu, kehadiran bazar murah menjadi langkah antisipatif agar tekanan harga tidak terlalu tinggi.
Strategi Kendalikan Inflasi Daerah
Selain membantu masyarakat secara ekonomi, program bazar murah juga menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Dengan memperbanyak titik distribusi, Disdagin berharap tekanan harga di pasar umum dapat ditekan.
“Pelaksanaan bazar murah juga melibatkan distributor, pelaku usaha pangan, serta mitra ritel agar rantai pasok tetap lancar selama periode Ramadan hingga Idulfitri,” jelas Meiwan.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memastikan distribusi berjalan tanpa hambatan.
Pengawasan Takaran dan Harga
Dalam pelaksanaannya, Disdagin tidak hanya fokus pada harga yang lebih terjangkau, tetapi juga memastikan aspek pengawasan distribusi berjalan maksimal. Pengawasan kemetrologian dilakukan untuk menjamin keakuratan timbangan dan ukuran barang dagangan.
“Pengawasan kemetrologian turut dilakukan untuk menjamin keakuratan timbangan dan ukuran barang dagangan, sekaligus menjaga kepercayaan konsumen terhadap program pemerintah,” kata Meiwan.
Transparansi harga juga menjadi perhatian utama agar masyarakat mendapatkan kepastian dalam berbelanja.
Solusi Hadapi Lonjakan Harga
Meiwan menargetkan bazar murah mampu menjadi solusi cepat menghadapi fluktuasi harga yang kerap terjadi menjelang Ramadan, terutama pada komoditas pangan strategis.
“Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga stabil tanpa harus menghadapi lonjakan harga di pasar umum,” ujarnya.
Ia pun mengimbau warga memanfaatkan bazar murah secara bijak dengan berbelanja sesuai kebutuhan. Dengan begitu, distribusi komoditas dapat dirasakan merata oleh seluruh warga.
Program bazar murah ini menjadi bagian dari rangkaian pengendalian inflasi Ramadan yang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kota Bandung. Pemkot juga akan terus memantau perkembangan harga pangan harian selama Ramadan berlangsung guna memastikan kondisi pasar tetap kondusif.
Teman Voks, dengan adanya bazar murah ini, diharapkan masyarakat bisa menjalani ibadah puasa dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga kebutuhan pokok.