Makan Telur Setiap Hari, Amankah untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli Gizi

Makan Telur Setiap Hari, Amankah untuk Kesehatan? Ini Kata Ahli Gizi

Voks Radio Bandung – Teman Voks, selama bertahun-tahun telur—terutama bagian kuningnya—sering dicap sebagai biang kolesterol. Tak sedikit orang yang memilih menghindarinya demi menjaga kesehatan jantung. Namun, seiring berkembangnya ilmu gizi, pandangan tersebut perlahan berubah. Bukti ilmiah terbaru justru menunjukkan bahwa telur bisa menjadi bagian dari pola makan sehat jika dikonsumsi dengan bijak.

American Heart Association kini menyebut bahwa individu yang sehat dapat mengonsumsi hingga satu butir telur utuh per hari sebagai bagian dari pola makan yang menyehatkan jantung. Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa telur tidak lagi otomatis dianggap “musuh” bagi kadar kolesterol, seperti anggapan lama yang beredar di masyarakat.

Eksperimen Satu Telur per Hari

Pandangan baru ini turut diuji secara personal oleh ahli gizi Laure Manaker, MS, RDN, LD. Ia menerima tantangan untuk mengonsumsi satu butir telur setiap hari selama sepekan, dengan tujuan melihat langsung bagaimana dampaknya terhadap tubuh dan rutinitas makannya.

Untuk memudahkan, Manaker merebus telur dan menyimpannya di lemari es sebagai camilan praktis. Di hari lain, telur diolah menjadi orak-arik, dicampurkan ke dalam ramen, atau dijadikan tambahan menu makan siang dan malam. Ia mengaku tidak ingin membuat telur sebagai menu yang rumit, melainkan memasukkannya secara alami ke dalam pola makan sehari-hari.

Pendekatan sederhana ini justru membuat telur menjadi solusi praktis, terutama saat ia membutuhkan sumber protein cepat tanpa perlu waktu persiapan panjang.

Hasil yang Dirasakan

Setelah menjalani eksperimen tersebut, Manaker mengaku penasaran apakah akan merasakan perubahan tertentu pada tubuhnya. Refleksi yang ia lakukan menunjukkan hasil yang cukup menarik. Selama sepekan, tingkat energinya cenderung stabil dan rasa lapar muncul lebih jarang dibandingkan biasanya.

Ia mengaitkan kondisi ini dengan kandungan protein berkualitas tinggi dalam telur. Protein dikenal mampu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan. Selama eksperimen berlangsung, Manaker juga menegaskan tidak mengalami gangguan pencernaan atau efek negatif lainnya.

Bagi Manaker, dua hal yang paling terasa adalah energi yang lebih konsisten sepanjang hari dan berkurangnya keinginan untuk ngemil berlebihan. Ia menilai ini sebagai hasil yang cukup signifikan dari kebiasaan sederhana mengonsumsi satu telur per hari.

Lebih Sadar dengan Asupan Makanan

Dikutip dari Prevention, eksperimen ini juga membuat Manaker lebih sadar akan “telur tersembunyi” dalam berbagai jenis makanan. Demi mematuhi aturan satu telur per hari, ia menjadi lebih teliti membaca menu atau bahan makanan seperti pancake dan kue yang ternyata juga mengandung telur.

Ia mengakui ada kemungkinan sempat melampaui batas konsumsi tersebut dan berencana mengurangi asupan telur setelah eksperimen selesai. Namun, pengalaman ini memberinya pemahaman baru tentang bagaimana telur hadir dalam banyak menu sehari-hari tanpa disadari.

Menariknya, Manaker juga merasakan manfaat lain yang tidak terduga, yakni berkurangnya stres harian. Menurutnya, bukan telur yang secara langsung menghilangkan kecemasan, melainkan kemudahan memiliki sumber protein berkualitas tinggi yang selalu siap di lemari es. Hal ini menyederhanakan keputusan makan, menghemat waktu persiapan, dan mengurangi kelelahan mental akibat harus menentukan menu setiap hari.

Kandungan Gizi Telur

Di luar pengalaman pribadi, telur memang dikenal sebagai sumber nutrisi padat dengan harga yang relatif terjangkau. Telur mengandung protein lengkap yang menyediakan seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Kualitas proteinnya bahkan kerap dijadikan standar pembanding dalam ilmu pangan karena mudah dicerna dan sangat efisien bagi tubuh.

Telur juga kaya kolin, nutrisi penting untuk kesehatan otak yang berperan dalam daya ingat, suasana hati, dan fungsi kognitif. Satu butir telur mengandung sekitar 150 mg kolin, setara dengan sekitar 27 persen kebutuhan harian pria dan 35 persen kebutuhan harian wanita.

Selain itu, telur mengandung vitamin B12, yodium, lutein, dan berbagai mineral penting. Sebagian besar nutrisi ini justru terdapat pada kuning telur, sehingga mengonsumsi telur tanpa kuning berarti kehilangan banyak manfaat gizinya.

Dari sisi kesehatan mata, kuning telur mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang membantu melindungi retina dari paparan cahaya biru dan menurunkan risiko degenerasi makula terkait usia. Telur juga mendukung sistem kekebalan tubuh berkat kandungan selenium, zinc, dan vitamin D.

Siapa yang Perlu Membatasi?

Meski tergolong sehat, telur tentu tidak cocok untuk semua orang. Individu dengan alergi telur sebaiknya menghindarinya sepenuhnya. Sementara itu, bagi mereka yang memiliki kondisi jantung tertentu atau kadar kolesterol tinggi, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap dianjurkan untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai.

Teman Voks, bagi orang yang sehat, para ahli sepakat bahwa konsumsi telur dalam jumlah wajar—termasuk satu butir per hari—dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang dan menyehatkan jantung. Kuncinya tetap pada variasi menu, cara pengolahan yang tepat, dan keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

shutterstock_434890240-1
UMR Kota Bandung 2026 Resmi Naik, Ini Rincian Lengkap UMK Jawa Barat Terbaru
tempImage3uQyUc
Prabowo Kumpulkan 1.200 Akademisi di Istana, Dialog Khusus Sosial Humaniora Jadi Sorotan
sppg-polresta-pontianak-distribusikan-mbg-2658885
Pegawai Inti SPPG Diangkat Jadi PPPK, BGN Tegaskan Relawan Tak Termasuk
rial-iran_169
Rial Iran Terjun Bebas, Nilainya Kini Kalah Jauh dari Rupiah Indonesia
1743033381_40444bd41d2ba74bd1f8
10 Lagu The Beatles Terbaik Sepanjang Masa, Lengkap dengan Cerita di Baliknya

#ADVERTISE