Lagu Baru Slank Dinilai Kembali ke “Setelan Awal”, Nama Fufufafa Jadi Sorotan
Bandung – Kembalinya Slank lewat lagu terbaru mereka disambut positif oleh banyak pendengar. Tak sedikit yang menilai band legendaris asal Gang Potlot itu kembali ke “setelan awal”, menghadirkan warna musik yang mengingatkan pada karakter Slank di masa-masa awal karier mereka.
Respons hangat tersebut ramai muncul di media sosial dan kolom komentar platform streaming. Banyak penggemar lama merasa lagu terbaru Slank membawa kembali semangat khas yang selama puluhan tahun menjadi identitas band ini: jujur, lugas, dan dekat dengan realitas.
Fufufafa, Nama yang Ikut Jadi Perbincangan
Teman Voks, salah satu hal yang ikut menyita perhatian publik adalah kemunculan nama Fufufafa yang dilekatkan pada lagu tersebut. Nama ini bukan istilah baru di dunia maya.
Fufufafa dikenal sebagai nama akun di sebuah forum komunitas online yang sempat populer pada 2024 lalu. Akun tersebut ramai diperbincangkan netizen karena dikenal rajin mengkritik tokoh politik tertentu dengan gaya satir dan tajam.
Hingga saat ini, identitas di balik akun Fufufafa masih belum diketahui secara pasti. Misteri tersebut justru membuat nama ini semakin melekat di ingatan publik, dan kini kembali mencuat lewat karya musik Slank.
Slank dan Perjalanan Panjang Lebih dari Empat Dekade
Slank sendiri bukan nama asing di industri musik Indonesia. Band ini telah berusia lebih dari 40 tahun dan menjadi salah satu grup musik dengan perjalanan terpanjang serta paling produktif di Tanah Air.
Sepanjang kariernya, Slank tercatat telah merilis sedikitnya:
-
25 album studio
-
9 album kompilasi
-
3 album internasional
-
4 mini album
-
3 album soundtrack
-
21 single
Jumlah tersebut menunjukkan konsistensi Slank dalam berkarya, bahkan hingga lintas generasi pendengar.
Spektrum Musik yang Luas dan Fleksibel
Teman Voks, salah satu kekuatan Slank adalah keberanian mereka mengeksplorasi berbagai genre musik. Diskografi Slank terbentang dalam spektrum yang sangat luas, mulai dari pop, reggae, ballad, melayu, punk, funky, jazz, etnik, hingga alternatif.
Eksplorasi genre tersebut membuat Slank tetap relevan di berbagai era, sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk terus bereksperimen tanpa kehilangan identitas.
Tak heran jika kehadiran lagu terbaru ini dianggap sebagai momen “pulang ke rumah” bagi Slank, terutama oleh para Slankers yang mengikuti perjalanan band ini sejak awal.
Tetap Relevan di Tengah Perubahan Zaman
Di tengah perubahan industri musik dan selera pendengar yang terus bergerak, Slank membuktikan bahwa band dengan usia panjang tetap bisa berbicara di masa kini. Lagu terbaru mereka bukan hanya soal musik, tetapi juga soal konteks, simbol, dan kegelisahan sosial yang akrab dengan karakter Slank sejak dulu.
Dengan sambutan positif yang terus mengalir, lagu ini menjadi penanda bahwa Slank masih punya tempat kuat di hati pendengar Indonesia—baik generasi lama maupun yang baru mengenal karya mereka.
Bagi Teman Voks, kembalinya Slank ke “setelan awal” bukan sekadar nostalgia, tapi juga pengingat bahwa musik yang jujur dan relevan akan selalu menemukan pendengarnya.