Jasa Tukar Uang Baru Menjamur Jelang Lebaran, Modal Ratusan Juta dari “Bos”

Jasa Tukar Uang Baru Menjamur Jelang Lebaran, Modal Ratusan Juta dari “Bos”

Voks Radio Bandung – Teman Voks, menjelang Hari Raya Idul Fitri fenomena jasa tukar uang baru di pinggir jalan kembali marak di berbagai wilayah. Para penyedia jasa menawarkan berbagai pecahan uang kecil, mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000, yang banyak dicari masyarakat untuk kebutuhan berbagi saat Lebaran.

Salah satu lokasi yang ramai dengan aktivitas tersebut berada di sekitar Stasiun Jakarta Kota, tepatnya di kawasan Jalan Asemka. Di satu titik saja, ditemukan setidaknya 13 penyedia jasa tukar uang baru yang menawarkan layanan kepada masyarakat yang melintas.

Para penjual terlihat membawa tas berisi uang pecahan kecil dan sebagian dipegang untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Modal Uang Baru Berasal dari “Bos”

Teman Voks, salah satu penyedia jasa penukaran uang mengatakan bahwa uang baru yang mereka jual bukan sepenuhnya milik pribadi. Sebagian besar uang tersebut berasal dari seorang pemodal atau “bos” yang menyediakan modal dalam jumlah besar.

Menurutnya, para penyedia jasa juga harus membeli atau meminjam uang baru tersebut sebelum menjualnya kembali kepada masyarakat.

“Beli kita juga. Iya beli, saya beli juga, makanya begitu ada tambahan. Kalau tukar dari bank masa kita kasih harga segitu,” ujar salah seorang penyedia jasa saat ditemui di kawasan tersebut.

Selain menyediakan uang baru, sosok bos tersebut juga berperan sebagai pemodal utama bagi para penjual. Sistem yang digunakan biasanya berupa pinjaman uang baru yang kemudian dijajakan sepanjang hari.

Setelah selesai berjualan, para penyedia jasa harus mengembalikan modal tersebut kepada pemiliknya.

“Ratusan juta lah modalnya. Ada kita pinjaman dari bos, nanti kalau sudah pulang kita kembalikan lagi yang dipinjam. Sisa dapat berapa, itu yang kita bawa pulang,” jelasnya.

Tarif Penukaran Bisa Cukup Tinggi

Karena sistem modal tersebut, tarif penukaran uang yang dikenakan kepada pelanggan juga cukup tinggi.

Para penyedia jasa mengaku sejak awal sudah dikenakan potongan oleh pemodal, sehingga mereka hanya menambahkan sedikit keuntungan dari tarif yang sudah ditentukan.

“Dari bos-nya sudah kasih 12 persen untuk pecahan Rp5.000, jadi kita cuma ambil 3 persen saja. Semua kita cuma tambah tiga persen dari yang sudah dikasih bos,” katanya.

Dengan sistem tersebut, penyedia jasa biasanya memperoleh keuntungan sekitar Rp3.000 untuk setiap transaksi penukaran senilai Rp100.000.

Besaran Tarif Tergantung Pecahan Uang

Teman Voks, tarif penukaran uang di pinggir jalan umumnya berbeda-beda tergantung pada pecahan uang yang diinginkan oleh pelanggan.

Secara umum, tarif yang dikenakan antara lain:

  • 10 persen untuk pecahan Rp10.000 dan Rp20.000

  • 15 persen untuk pecahan Rp5.000

  • 25 persen untuk pecahan Rp2.000

Perhitungan tarif ini biasanya berlaku untuk setiap penukaran uang dengan nominal kelipatan Rp100.000.

Sebagai contoh, jika seseorang menukar Rp100.000 menjadi pecahan Rp2.000, maka pelanggan harus membayar sekitar Rp125.000.

Sementara untuk pecahan Rp5.000, jumlah yang harus dibayarkan sekitar Rp115.000.

Sedangkan untuk pecahan Rp10.000 atau Rp20.000, pelanggan biasanya membayar sekitar Rp110.000 untuk setiap penukaran Rp100.000.

Meski begitu, beberapa penyedia jasa juga membuka peluang negosiasi harga, terutama jika pelanggan menukar uang dalam jumlah besar.

“Beda-beda, kita hitung per Rp100.000. Kalau tukar banyak biasanya bisa dapat diskon juga,” ujar salah satu penyedia jasa.

Fenomena yang Berulang Setiap Tahun

Teman Voks, fenomena jasa penukaran uang baru di pinggir jalan memang hampir selalu muncul menjelang Lebaran setiap tahunnya.

Permintaan masyarakat terhadap uang pecahan kecil untuk tradisi membagikan uang kepada anak-anak dan kerabat saat Hari Raya menjadi salah satu faktor utama yang mendorong munculnya praktik tersebut.

Meski dianggap praktis oleh sebagian masyarakat, penukaran uang di luar jalur resmi tetap memiliki risiko, seperti potensi uang tidak asli atau kesalahan jumlah uang yang diterima.

Karena itu, masyarakat tetap dianjurkan untuk memanfaatkan layanan penukaran resmi yang disediakan oleh Bank Indonesia maupun perbankan agar transaksi lebih aman dan terjamin.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

699e49fe556a8
Fenomena Jasa Tukar Uang Baru di Pinggir Jalan Marak Jelang Lebaran, BI Imbau Gunakan Layanan Resmi
images (21)
Jasa Tukar Uang Baru Menjamur Jelang Lebaran, Modal Ratusan Juta dari “Bos”
a_69af659a17dcf
Kasus Kanker Ginjal Diprediksi Naik Dua Kali Lipat pada 2050, Peneliti Ingatkan Pentingnya Pencegahan
l9JYCaDPDm
Pemerintah Buka Opsi Ubah Postur APBN 2026 Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia
gunung-sampah-1172048512
Longsor Gunung Sampah di TPA Bantar Gebang Tewaskan Empat Orang, Jadi Sorotan Sistem Pengelolaan Sampah

#ADVERTISE