Jackie Chan Siapkan Lagu Perpisahan, Akan Dirilis Setelah Ia Meninggal Dunia

Jackie Chan Siapkan Lagu Perpisahan, Akan Dirilis Setelah Ia Meninggal Dunia

Bandung — Teman Voks, aktor legendaris Jackie Chan kembali menjadi sorotan, bukan karena aksi laga di layar lebar, melainkan pengakuan personal yang menyentuh banyak orang. Aktor berusia 71 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya telah menyiapkan sebuah lagu perpisahan yang baru akan dirilis setelah ia meninggal dunia.

Pengakuan tersebut disampaikan Jackie Chan saat menghadiri pemutaran perdana film terbarunya, Unexpected Family, di Beijing pada 28 Desember 2025. Dalam kesempatan itu, Chan mengatakan lagu tersebut berisi pesan terakhir yang ingin ia sampaikan kepada dunia, dan secara khusus meminta timnya untuk menyimpan karya tersebut hingga hari kepergiannya tiba.

Refleksi Kehidupan dan Kematian

Jackie Chan mengungkapkan bahwa keputusannya menyiapkan lagu perpisahan lahir dari refleksi mendalam tentang kehidupan dan kematian. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengalami kehilangan sejumlah anggota keluarga dan sahabat dekat, pengalaman yang secara signifikan mengubah cara pandangnya terhadap hidup.

Menurut Chan, kehilangan-kehilangan tersebut membuatnya semakin menghargai waktu, mendorongnya untuk menyampaikan perasaan dengan lebih jujur, serta menjalani hidup dengan cara yang lebih ringan dan bahagia. Ia menilai bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga tentang makna dan keikhlasan dalam setiap fase yang dijalani.

Ingin Dikenang Tanpa Kesedihan

Lebih jauh, Jackie Chan menegaskan bahwa ia tidak ingin perpisahannya kelak dipenuhi nuansa kesedihan. Ia berharap perjalanan hidupnya dikenang sebagai kisah yang penuh makna, kerja keras, dan kebahagiaan, bukan ratapan kehilangan.

Baginya, lagu tersebut bukan simbol akhir, melainkan pesan cinta, rasa terima kasih, dan penerimaan terhadap kehidupan itu sendiri. Chan ingin penggemarnya mengenangnya sebagai seseorang yang menikmati hidup sepenuh hati hingga akhir.

Bentuk Penerimaan Terhadap Penuaan

Aktor yang dikenal lewat film-film laga ikonik seperti Police Story dan Rush Hour ini juga menyebut bahwa keputusan menyimpan lagu tersebut merupakan bentuk penerimaan terhadap proses penuaan yang alami. Ia menyadari bahwa menua dan meninggal adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

“Semua orang pasti menua dan meninggal. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalani hidup,” ungkap Chan dalam pernyataannya. Prinsip itulah yang kini ia pegang, menjalani hari dengan sepenuh hati tanpa penyesalan.

Respons Emosional dari Penggemar

Pernyataan Jackie Chan tersebut langsung menuai respons emosional dari para penggemarnya di berbagai belahan dunia. Banyak yang tersentuh oleh ketulusan dan kedewasaan sikap sang legenda laga, yang selama puluhan tahun dikenal lewat aksi-aksi spektakuler, namun kini berbicara dengan kejujuran yang sangat manusiawi.

Bagi Teman Voks, kisah Jackie Chan ini menjadi pengingat bahwa di balik sorotan dunia hiburan, ada proses refleksi dan penerimaan hidup yang dialami setiap manusia, termasuk mereka yang selama ini tampak tak tergoyahkan di layar lebar.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

1040201781
Kakang Rudianto Resmi Menikah, Datang ke Laga Persib dengan Semangat dan Tanggung Jawab Baru
67b19d22b0376
Farhan Tegaskan Bandung Siap Ikuti Arahan Presiden Prabowo soal Penanganan Sampah
drama-korea-spring-fever-1767935586963_169
5 Drama Korea Ringan yang Cocok Jadi Pelepas Penat di Tengah Kesibukan
timnas-indonesia-1769523807522
Timnas Futsal Indonesia Tantang Vietnam di Perempat Final Piala Asia Futsal 2026
67b19d2fd0718
Farhan Tegaskan Bandung Tak Boleh Jadi Kota yang Membuat Betah Tunawisma

#ADVERTISE