Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling “Nempel” dengan HP di Dunia

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling “Nempel” dengan HP di Dunia

Bandung, Voks Radio – Teman Voks, pernah merasa sulit lepas dari ponsel? Ternyata kebiasaan tersebut bukan hanya dialami segelintir orang. Berdasarkan laporan terbaru dari firma riset Sensor Tower, Indonesia bahkan masuk dalam daftar negara dengan penggunaan aplikasi ponsel tertinggi di dunia.

Dalam laporan tersebut, Indonesia menempati posisi kedua secara global dalam total waktu yang dihabiskan masyarakat untuk menggunakan aplikasi di ponsel sepanjang tahun 2025. Posisi pertama ditempati oleh India, sementara Indonesia berada tepat di bawahnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menghabiskan sekitar 414 miliar jam menggunakan berbagai aplikasi di perangkat seluler selama satu tahun terakhir. Angka ini menggambarkan betapa besar ketergantungan masyarakat terhadap smartphone dalam kehidupan sehari-hari.

Media Sosial Jadi Aplikasi Paling Populer

Jika dilihat dari jenis aplikasinya, media sosial masih menjadi yang paling banyak diakses oleh masyarakat Indonesia. Platform berbagi video pendek seperti TikTok disebut sebagai salah satu aplikasi yang paling sering digunakan.

Selain media sosial, masyarakat Indonesia juga banyak mengakses berbagai jenis aplikasi lain yang menunjang aktivitas sehari-hari. Mulai dari aplikasi perbankan dan dompet digital, layanan pesan singkat, platform streaming, hingga e-commerce.

Menariknya, aplikasi kategori short drama juga mulai menunjukkan peningkatan popularitas yang cukup signifikan. Salah satu contohnya adalah aplikasi Melolo yang mencatat pertumbuhan unduhan hingga 329 persen sepanjang tahun lalu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin terbiasa mengonsumsi konten hiburan dalam format singkat melalui ponsel mereka.

Indonesia “Juara” di Asia Tenggara

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi paling tinggi dalam hal penggunaan aplikasi mobile.

Beberapa negara lain di kawasan ini juga masuk dalam daftar global, namun posisinya berada jauh di bawah Indonesia. Filipina berada di peringkat kedelapan dunia, Vietnam di posisi ke-11, dan Thailand di urutan ke-15.

Sementara itu, negara seperti Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, dan Laos bahkan tidak masuk dalam daftar 20 besar global. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penggunaan ponsel di negara-negara tersebut masih lebih rendah dibandingkan Indonesia.

India Masih Paling Tinggi

Di tingkat global, India menjadi negara dengan total waktu penggunaan aplikasi tertinggi. Masyarakat India tercatat menghabiskan sekitar 1,2 triliun jam di depan layar ponsel sepanjang 2025.

Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan Indonesia.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Amerika Serikat dengan total penggunaan sekitar 385 miliar jam di depan layar perangkat mobile.

Menariknya, China yang dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan aplikasi mobile dunia ternyata tidak termasuk negara dengan tingkat penggunaan tertinggi. Negara tersebut hanya menempati peringkat kesembilan secara global dengan total waktu penggunaan sekitar 148 miliar jam.

Dampak Ketergantungan pada Ponsel

Tingginya penggunaan ponsel memang tidak sepenuhnya buruk. Banyak aktivitas sehari-hari yang kini menjadi lebih mudah berkat kehadiran aplikasi digital, seperti berkomunikasi, bekerja, hingga melakukan transaksi keuangan.

Namun di sisi lain, penggunaan ponsel yang berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.

Beberapa di antaranya adalah gangguan konsentrasi, menurunnya kualitas tidur, hingga berkurangnya interaksi sosial secara langsung dengan orang-orang di sekitar.

Bahkan dalam beberapa kasus, kecanduan ponsel juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas seseorang.

Karena itu, penting bagi setiap orang untuk mulai mengatur pola penggunaan gadget agar tetap seimbang dengan aktivitas lainnya.

Tips Mengurangi Kecanduan HP

Teman Voks, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebiasaan terlalu lama menggunakan ponsel.

Pertama, hindari menggunakan gadget saat sedang berjalan atau berkendara. Selain mengganggu konsentrasi, kebiasaan ini juga dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Kedua, coba atur dan batasi waktu penggunaan ponsel setiap hari. Menentukan durasi maksimal penggunaan gadget dapat membantu mengurangi ketergantungan secara perlahan.

Jika pekerjaan mengharuskan menggunakan ponsel dalam waktu lama, sebaiknya imbangi dengan aktivitas lain yang tidak melibatkan gadget setelah jam kerja selesai.

Selain itu, hindari menggunakan ponsel saat sedang berkumpul dengan keluarga atau teman. Gunakan momen tersebut untuk berkomunikasi secara langsung agar interaksi sosial tetap terjaga.

Langkah lain yang bisa dilakukan adalah menentukan area bebas gadget, misalnya di kamar tidur atau ruang makan. Dengan begitu, waktu istirahat dan kebersamaan bisa lebih berkualitas.

Terakhir, gantilah waktu bermain ponsel dengan kegiatan yang lebih sehat seperti berolahraga, membaca buku, atau melakukan hobi lain.

Teman Voks, teknologi memang memudahkan kehidupan, tetapi penggunaannya tetap perlu dikontrol agar tidak sampai mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Dengan penggunaan yang lebih bijak, ponsel bisa tetap menjadi alat yang bermanfaat tanpa membuat kita terlalu bergantung padanya.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

chuando-tan-1772664618805_169
Chuando Tan Genap 60 Tahun, Penampilannya Justru Disebut Masih Seperti Usia 30-an
1721525827-minggu9
Jadwal SIM Keliling Kota Bandung, Kamis 5 Maret 2026: Cek Lokasinya di Sini
2018_06_21_47909_1529550217
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Paling “Nempel” dengan HP di Dunia
wali-kota-bandung-muhammad-farhan
Libur Lebaran 2026, Wali Kota Prediksi 700 Ribu Wisatawan Masuk ke Bandung
cfd62a26b4e0
Aisyah Ar-Rumy Raih Juara 2 di Dubai International Holy Quran Award 2026, Harumkan Nama Indonesia

#ADVERTISE