Indonesia Jadi Negara Pertama Kirim Personel ke Gaza dalam Skema ISF

Indonesia Jadi Negara Pertama Kirim Personel ke Gaza dalam Skema ISF

Bandung, Voks Radio – Indonesia menjadi satu dari lima negara anggota awal Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang akan mengirimkan personel ke Jalur Gaza dalam kerangka International Stabilization Force (ISF). Pengumuman tersebut disampaikan dalam pertemuan perdana tingkat kepala negara Dewan Perdamaian yang digelar di Washington DC.

Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyatakan lima negara pertama yang akan berkontribusi mengirim pasukan adalah Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Pasukan internasional itu pada tahap awal akan dikerahkan ke wilayah Rafah, Gaza selatan, dengan kekuatan sekitar 20.000 tentara.

Indonesia disebut telah menjanjikan kontribusi hingga 8.000 personel dan akan menduduki posisi Wakil Komandan dalam struktur pasukan ISF.

Fokus Awal di Rafah

Menurut pemaparan Mayjen Jeffers, personel ISF dalam waktu dekat akan mulai diterjunkan ke Rafah. Selanjutnya, operasi akan diperluas secara bertahap ke wilayah utara Gaza.

Secara keseluruhan, Jalur Gaza akan dibagi menjadi lima sektor, yakni Rafah, Khan Younis, Deir al-Balah, Gaza City, dan Gaza Utara. Masing-masing sektor akan ditempatkan satu brigade ISF guna memastikan stabilitas keamanan di seluruh wilayah.

Dalam jangka panjang, ISF diperkirakan akan memiliki sekitar 20.000 personel militer dan 12.000 personel kepolisian untuk mendukung stabilitas di Gaza.

Dua Tujuan Utama ISF

Panglima ISF menegaskan bahwa badan stabilisasi tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, memastikan keamanan dan stabilitas di Jalur Gaza pascakonflik. Kedua, mendukung pembentukan pemerintahan sipil yang efektif di wilayah Palestina tersebut.

ISF dibentuk berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang disahkan pada 17 November 2025. Pasukan ini akan bergerak di bawah koordinasi Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump.

Resolusi tersebut mengamanatkan ISF untuk membantu mengamankan wilayah perbatasan, menstabilkan situasi keamanan, memastikan proses demiliterisasi, melindungi warga sipil, serta mengoordinasikan pengamanan koridor kemanusiaan bersama negara-negara terkait.

Apresiasi dari Amerika Serikat

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Donald Trump secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas kesediaannya mengirimkan personel untuk menjaga gencatan senjata dan mendukung stabilitas di Gaza.

Ucapan terima kasih itu ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk pengakuan atas komitmen Indonesia dalam misi perdamaian internasional.

Konsultasi dengan Palestina

Di dalam negeri, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam ISF telah melalui proses konsultasi dengan pihak Palestina.

Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan dialog, termasuk dengan Wakil Tetap Palestina untuk PBB di New York.

Langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa partisipasi Indonesia mendapat persetujuan dari otoritas Palestina, sehingga kehadiran personel Indonesia tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan.

Pernyataan ini juga menjadi respons terhadap sikap kritis dari kelompok pejuang Palestina, Hamas, yang menyoroti potensi keberadaan pasukan asing dalam operasi perdamaian di Gaza.

Fokus pada Misi Kemanusiaan

Kemlu RI menegaskan bahwa Indonesia memiliki kendali penuh atas personel yang dikirimkan dalam misi ISF. Pemerintah memastikan bahwa personel Indonesia tidak akan terlibat dalam misi tempur maupun operasi demiliterisasi.

Sebaliknya, fokus utama kontribusi Indonesia adalah pada tugas-tugas kemanusiaan, seperti rekonstruksi dan pemulihan infrastruktur, perlindungan warga sipil, serta penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat Gaza.

Menurut Kemlu, persetujuan dari pihak Palestina menjadi syarat utama keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut.

Detail Teknis Masih Dibahas

Adapun terkait jumlah pasti personel yang akan diterjunkan, waktu mobilisasi, serta kemungkinan anggaran yang diperlukan, pemerintah menyatakan hal tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Partisipasi Indonesia dalam ISF dinilai sejalan dengan komitmen politik luar negeri bebas aktif serta peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia.

Teman Voks, langkah ini kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang konsisten mendukung penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan kemanusiaan. Perkembangan situasi di Gaza serta implementasi ISF tentu akan terus menjadi perhatian komunitas internasional ke depan.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

rupiah-thr-558cf583f6037e0189729b2ac9e39d98
THR Kena Pajak? Ini Penjelasan Lengkapnya untuk Karyawan Swasta
images (19)
Gaya Fashion Aktris Korea di Drama Terbaru yang Curi Perhatian
pvhCoNI2GW
Target Pertumbuhan Ekonomi China Turun, Apa Dampaknya bagi Indonesia?
IMG_20260302_232313_700_x_450_piksel-1863081898
Badai Cedera Hantam Timnas Indonesia Jelang FIFA Series 2026
97477-ilustrasi-al-quran-vs-gadget-pexelsabdullohfauzananton
Ngabuburit Generasi Sekarang: Dari Masjid ke Media Sosial, Apa yang Berubah?

#ADVERTISE