IDC Proyeksikan Harga PC Naik Tahun Depan, Kelangkaan Memori Jadi Pemicu Utama

IDC Proyeksikan Harga PC Naik Tahun Depan, Kelangkaan Memori Jadi Pemicu Utama

Teman Voks, berencana membeli atau merakit komputer pribadi (PC) baru dalam waktu dekat? Sepertinya kamu perlu bersiap lebih matang. Lembaga riset International Data Corporation (IDC) memproyeksikan bahwa harga pembelian maupun perakitan PC akan mengalami kenaikan pada tahun depan. Faktor utamanya bukan sekadar inflasi, melainkan kelangkaan komponen memori yang diperkirakan masih akan berlanjut.

Informasi ini dilansir dari Gizmochina pada Senin. Dalam analisanya, IDC menyebut kondisi tersebut dipicu oleh fenomena yang mereka sebut sebagai memory supercycle, yaitu lonjakan permintaan memori—terutama DRAM—yang terjadi secara bersamaan di berbagai segmen industri teknologi.

Permintaan Memori Melonjak di Banyak Sektor

Menurut IDC, lonjakan permintaan memori saat ini tidak hanya datang dari satu sektor saja. Pertumbuhan server kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu penyumbang terbesar. Infrastruktur AI membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dibandingkan sistem komputasi konvensional, sehingga menyedot pasokan memori dalam jumlah masif.

Selain itu, pasar PC juga mulai memasuki era baru dengan kehadiran perangkat yang mendukung fitur AI secara lokal. PC dengan kemampuan AI ini umumnya dibekali spesifikasi memori yang lebih tinggi, baik dari sisi kapasitas maupun performa, sehingga turut mendorong permintaan komponen memori.

Faktor lainnya adalah berakhirnya masa dukungan sistem operasi Windows 10. Kondisi ini memicu gelombang pembaruan perangkat, di mana banyak pengguna—baik individu maupun korporasi—mulai mengganti PC lama mereka dengan perangkat baru yang kompatibel dengan sistem operasi terbaru dan fitur-fitur modern.

Pasokan Tak Mampu Mengimbangi Permintaan

Teman Voks, masalahnya bukan hanya soal permintaan yang tinggi. Di sisi lain, pasokan memori global dinilai belum mampu mengimbangi lonjakan tersebut. Ketidakseimbangan antara suplai dan permintaan inilah yang menjadi pemicu utama kenaikan harga komponen memori dalam beberapa waktu terakhir.

IDC mencatat harga memori saat ini sudah menunjukkan tren meningkat, dan ada indikasi kuat bahwa kenaikan tersebut masih akan berlanjut dalam periode mendatang. Situasi ini membuat produsen perangkat keras berada dalam posisi yang cukup sulit, terutama dalam menjaga harga jual produk agar tetap kompetitif.

Dampaknya pun tidak terbatas pada PC saja. Kenaikan harga memori juga berpotensi memengaruhi produk lain yang sangat bergantung pada komponen tersebut, seperti kartu grafis, ponsel pintar, hingga perangkat gim genggam.

Produsen Besar Mulai Beri Sinyal Waspada

Sejumlah produsen PC besar dunia seperti Lenovo, Dell, HP, Acer, dan ASUS dilaporkan telah mengingatkan adanya kondisi pasar yang semakin menantang. Beberapa pemasok bahkan mulai menyiapkan penyesuaian harga dengan kenaikan sekitar 15 hingga 20 persen, yang diperkirakan akan mulai terasa pada paruh kedua 2026.

Penyesuaian ini berkaitan dengan perubahan kontrak pasokan, meningkatnya biaya produksi, serta harga komponen memori yang terus naik. Bagi konsumen, kondisi ini berpotensi membuat harga PC—baik rakitan pabrikan maupun rakitan kustom—menjadi lebih mahal dibandingkan saat ini.

Pengiriman PC Global Diprediksi Menurun

Dalam proyeksinya, IDC memperkirakan pengiriman PC global akan turun sekitar 4,9 persen pada tahun 2026. Penurunan ini bisa menjadi lebih dalam apabila kelangkaan memori semakin memburuk dan harga komponen terus melonjak.

Meski demikian, produsen perangkat berskala besar diperkirakan masih memiliki posisi yang relatif lebih kuat. Dengan skala produksi yang besar dan jalur pasokan yang lebih stabil, mereka masih bisa menawarkan sistem rakitan pabrikan dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan perakit kecil.

Sebaliknya, perakit PC kustom diprediksi akan merasakan dampak lebih langsung. Kenaikan harga komponen satuan, khususnya memori dan kartu grafis, dapat membuat biaya rakit PC melonjak signifikan dan mengurangi daya tarik bagi konsumen.

Dampak ke PC Berbasis AI

Teman Voks, situasi ini juga berpotensi memengaruhi adopsi PC berbasis AI. Sejumlah fitur AI modern, termasuk persyaratan Copilot+ dari Microsoft, membutuhkan konfigurasi memori yang lebih tinggi dari PC konvensional.

Dengan pasokan memori yang terbatas, IDC menilai sebagian produsen kemungkinan akan melakukan penyesuaian, seperti menurunkan kapasitas memori pada produk tertentu agar harga tetap terjangkau. Namun, langkah ini bisa berdampak pada performa dan pengalaman pengguna dalam jangka panjang.

IDC juga menyoroti bahwa fokus produsen memori yang semakin besar pada segmen server AI—yang menawarkan margin keuntungan lebih tinggi—berpotensi membuat konsumen umum menanggung dampak kenaikan harga lebih besar.

Teman Voks, dengan kondisi pasar seperti ini, perencanaan pembelian PC ke depan menjadi semakin penting. Apakah akan membeli sekarang sebelum harga naik, atau menunggu dengan risiko harga yang lebih tinggi, tentu menjadi pertimbangan masing-masing. Yang jelas, dinamika industri memori saat ini akan sangat menentukan wajah pasar PC dalam beberapa tahun ke depan.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

sppg-polresta-pontianak-distribusikan-mbg-2658885
Pegawai Inti SPPG Diangkat Jadi PPPK, BGN Tegaskan Relawan Tak Termasuk
rial-iran_169
Rial Iran Terjun Bebas, Nilainya Kini Kalah Jauh dari Rupiah Indonesia
1743033381_40444bd41d2ba74bd1f8
10 Lagu The Beatles Terbaik Sepanjang Masa, Lengkap dengan Cerita di Baliknya
01javta846j6k4yrz8frn663bx
Pemkot Bandung Urus Izin Pembongkaran Teras Cihampelas, UMKM Dipastikan Tetap Beraktivitas
Bandung Masuk Tiga Besar Destinasi Wisata dengan Pertumbuhan Tercepat di Asia 2025 Versi Agoda

#ADVERTISE