Hamas Catat 813 Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Jalur Gaza

Hamas Catat 813 Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Jalur Gaza

Teman Voks, situasi gencatan senjata di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan. Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, mencatat bahwa Israel telah melakukan pelanggaran gencatan senjata sebanyak 813 kali sejak perjanjian tersebut diberlakukan pada 10 Oktober lalu.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ghazi Hamad, anggota biro politik Hamas, pada Selasa (16/12). Ia menegaskan bahwa pelanggaran tersebut bukan klaim sepihak, melainkan telah dilaporkan secara rutin kepada para mediator internasional yang terlibat dalam proses gencatan senjata di Jalur Gaza.

Laporan Harian ke Mediator

Ghazi Hamad menyebut pihaknya secara konsisten menyusun laporan harian yang memuat detail pelanggaran, mulai dari serangan militer hingga tindakan yang berdampak langsung pada warga sipil Palestina. Laporan tersebut, kata dia, disampaikan kepada para mediator sebagai bagian dari komitmen Hamas terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Menurut Hamad, frekuensi pelanggaran yang tinggi menunjukkan bahwa gencatan senjata belum sepenuhnya dijalankan secara serius oleh Israel. Kondisi ini, lanjutnya, memperparah situasi kemanusiaan yang sudah rapuh akibat konflik berkepanjangan.

Kecaman dari Negara-Negara Eropa

Sorotan terhadap tindakan Israel juga datang dari komunitas internasional. Kuasa Usaha Inggris untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, James Kariuki, menyampaikan bahwa Denmark, Prancis, Yunani, Slovenia, dan Inggris secara terbuka mengecam kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, khususnya di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Kariuki menegaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi merusak upaya diplomatik yang tengah dibangun untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di kawasan tersebut.

“Langkah-langkah ini melemahkan prospek penyelesaian damai dan menciptakan ketidakstabilan baru di wilayah yang sudah lama dilanda konflik,” ujar Kariuki dalam pernyataannya di forum PBB.

Gencatan Senjata yang Rapuh

Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober. Kesepakatan ini diharapkan menjadi titik awal meredakan ketegangan setelah eskalasi konflik yang menelan banyak korban sipil dan menyebabkan kerusakan infrastruktur secara luas di Gaza.

Tiga hari setelah gencatan senjata berlaku, tepatnya pada 13 Oktober, sejumlah pemimpin dunia menandatangani deklarasi dukungan terhadap kesepakatan tersebut. Mereka antara lain Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, serta Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Deklarasi itu menegaskan komitmen internasional untuk mendorong stabilitas dan membuka jalan bagi solusi jangka panjang di wilayah Palestina.

Peran Dewan Keamanan PBB

Pada 17 November, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang mendukung rencana komprehensif Presiden AS untuk penyelesaian konflik di Gaza. Dari 15 anggota Dewan Keamanan, sebanyak 13 negara memberikan suara setuju, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Resolusi tersebut menjadi salah satu pijakan politik internasional yang diharapkan mampu memperkuat proses perdamaian. Namun, laporan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut menunjukkan bahwa implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan besar.

Dampak bagi Warga Sipil

Di tengah dinamika politik dan diplomasi, warga sipil Palestina tetap menjadi pihak paling terdampak. Pelanggaran gencatan senjata, menurut berbagai laporan kemanusiaan, berimbas pada terbatasnya akses bantuan, terganggunya layanan kesehatan, serta meningkatnya rasa tidak aman di kalangan masyarakat Gaza.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tanpa pengawasan dan tekanan internasional yang lebih kuat, gencatan senjata hanya akan menjadi kesepakatan di atas kertas.

Teman Voks, perkembangan ini menegaskan betapa rapuhnya proses perdamaian di Jalur Gaza. Di tengah harapan akan stabilitas, pelanggaran yang terus terjadi menjadi pengingat bahwa jalan menuju perdamaian masih panjang dan membutuhkan komitmen nyata dari semua pihak. Kami akan terus memantau perkembangan terbaru dari kawasan tersebut.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

wal_172619_ii-man-8293794_1280-2390318676
Ini Jam Terbaik untuk Lari Saat Puasa Ramadan 2026 Agar Tubuh Tetap Kuat dan Sehat
Duel-Klasik-Makin-Sengit-Laga-Persib-Vs-Persebaya-Diprediksi-Jadi-Saksi-Debut-Thom-Haye-dan-Eliano-Reijnders
Laga Klasik Persib vs Persebaya Diprediksi Sengit
024621800_1761276380-WhatsApp_Image_2025-10-24_at_10.02
Harga Pangan Terbaru per 2 Maret 2026
ilustrasi-pendaftaran-beasiswa-lpdp-2026-1769065295354
Ramai Isu Alumni LPDP Pindah Kewarganegaraan, Ini Syarat dan Kewajiban Penerima Beasiswa LPDP 2026
lt66089163377f6
MK Tolak Gugatan Tambahan Sanksi Perokok Saat Berkendara, Permohonan Tak Dilengkapi Bukti

#ADVERTISE