Gempa Megathrust Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bandung – Teman Voks, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari (6/2) dipastikan sebagai gempa megathrust. Informasi ini disampaikan langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setelah melakukan analisis mendalam terhadap sumber dan mekanisme gempa.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di selatan Pulau Jawa. Ciri utama gempa ini terlihat dari mekanisme pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi pada zona megathrust.
“Gempa Pacitan ini jenis gempa megathrust, yang tergambar dari mekanismenya yang berupa pergerakan naik (thrusting) dengan kedalaman dangkal,” ujar Daryono, Jumat (6/2).
Meski tergolong megathrust, BMKG mengajak masyarakat untuk bersyukur karena kekuatan gempa tidak mencapai magnitudo 7,0. Pasalnya, gempa megathrust dengan magnitudo besar memiliki potensi memicu tsunami, terutama di wilayah pesisir selatan Jawa.
Parameter Gempa Diperbarui BMKG
BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 01.06 WIB. Berdasarkan pembaruan data, magnitudo gempa disesuaikan menjadi M6,2. Episenter gempa berada di laut, tepatnya pada koordinat 8,98° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur, atau sekitar 89 kilometer tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 kilometer.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng,” jelas Daryono.
Hasil analisis mekanisme sumber juga kembali menegaskan bahwa gempa ini disebabkan oleh pergerakan naik lempeng, bukan pergeseran mendatar maupun patahan geser.
Guncangan Dirasakan Luas di Pulau Jawa
Getaran gempa Pacitan tidak hanya dirasakan di sekitar wilayah episenter, tetapi juga meluas ke berbagai daerah di Pulau Jawa. BMKG mencatat sejumlah wilayah mengalami intensitas guncangan yang cukup terasa oleh masyarakat.
Wilayah Pacitan, Bantul, dan Sleman dilaporkan mengalami intensitas IV MMI, yang berarti getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, bahkan beberapa orang terbangun dari tidurnya.
Sementara itu, daerah seperti Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, hingga Banjarnegara merasakan guncangan dengan intensitas III MMI. Pada skala ini, getaran dianalogikan seperti ada truk besar yang melintas di depan rumah.
Adapun wilayah Tuban dan Jepara merasakan getaran ringan dengan intensitas II MMI, di mana getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Meski tergolong gempa megathrust dan dirasakan cukup luas, BMKG memastikan bahwa gempa Pacitan tidak berpotensi tsunami. Hal ini berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan segera setelah gempa terjadi.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Daryono.
BMKG juga menyampaikan bahwa hingga pukul 01.35 WIB, belum terdeteksi adanya gempa susulan atau aftershock. Namun demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Tetap Waspada, Jangan Panik
Teman Voks, Indonesia memang berada di kawasan cincin api Pasifik yang rawan gempa bumi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakteristik gempa, termasuk gempa megathrust, menjadi penting agar masyarakat tidak mudah panik namun tetap siaga.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk memastikan bangunan tempat tinggal aman dan mengikuti prosedur keselamatan gempa, seperti menjauhi benda-benda yang berpotensi jatuh serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Tetap pantau informasi resmi, tetap tenang, dan selalu siap siaga. Voks Radio akan terus menemani Teman Voks dengan update informasi penting, relevan, dan bisa dipercaya.