Farhan Tegaskan Bandung Tak Boleh Jadi Kota yang Membuat Betah Tunawisma
Bandung — Teman Voks, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmennya untuk menjaga wajah Kota Bandung agar tetap tertib, nyaman, dan humanis. Salah satu fokus utama yang disorot adalah penanganan tunawisma di kawasan strategis kota, khususnya di jalur wisata utama.
Farhan menegaskan bahwa Bandung tidak boleh menjadi kota yang justru membuat para tunawisma merasa betah tinggal di ruang-ruang publik. Meski begitu, ia memastikan bahwa setiap langkah penanganan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.
“Kita bukan tidak manusiawi, justru kita ingin mengembalikan mereka ke rumahnya, ke daerah asalnya, dengan pendekatan yang benar,” ujar Farhan, Senin, 2 Februari 2026.
Titik-Titik Tunawisma Masih Ditemukan
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Pemkot Bandung masih menemukan keberadaan tunawisma yang tidur di sejumlah titik strategis. Kawasan yang paling menonjol berada di Jalan Asia Afrika, terutama pada ruas Masjid Agung Bandung hingga Jalan Sudirman.
Selain itu, tunawisma juga masih ditemukan di beberapa titik Simpang Lima hingga Jalan Tamblong, meskipun jumlahnya lebih terbatas dan cenderung berada di sisi kiri jalan.
“Paling menonjol itu di Asia Afrika dan Otista (Otto Iskandar Dinata), ini tidak boleh dibiarkan,” tegas Farhan.
Lokasi lain yang menjadi perhatian antara lain Stasiun Timur, putaran Suniaraja, serta area tenda biru di depan Pasar Baru. Farhan meminta para camat untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan sekaligus penanganan di wilayah masing-masing.
Penanganan Tidak Bisa Sekadar Operasi Terpadu
Teman Voks, Farhan menilai penanganan tunawisma tidak bisa hanya mengandalkan operasi terpadu di pusat kota. Ia mencontohkan operasi penertiban yang dilakukan pada 16 Januari 2026 dini hari, yang melibatkan sejumlah dinas di lingkungan Pemkot Bandung.
Dalam operasi tersebut, petugas melakukan penjangkauan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di sejumlah ruas jalan utama. Sebanyak 77 orang terjaring, dengan rincian 20 warga Kota Bandung dan 57 orang dari luar daerah. Seluruhnya kemudian mendapatkan layanan rehabilitasi.
Menurut Farhan, upaya seperti ini harus dibarengi dengan pengawasan berkelanjutan di tingkat kewilayahan agar persoalan tunawisma tidak kembali berulang di lokasi yang sama.
Beautifikasi 17 Koridor Jalur Wisata
Penanganan tunawisma menjadi bagian dari program besar beautifikasi 17 koridor jalur wisata Kota Bandung. Program ini tidak hanya berfokus pada ketertiban sosial, tetapi juga menyentuh aspek kebersihan dan penerangan jalan umum (PJU).
Kebijakan tersebut tertuang dalam Instruksi Wali Kota Bandung, yang menegaskan bahwa 17 ruas jalan utama harus menjadi etalase wajah kota.
Farhan menyebut kualitas PJU di sebagian besar koridor sudah tergolong baik. Namun, ia mengakui masih ada ruas yang perlu perhatian khusus, salah satunya Jalan Naripan.
“Di kawasan Veteran, pohon peneduh itu bagus dan lebat, tapi jangan sampai menutupi PJU. Keindahan tidak boleh mengorbankan fungsi,” ujarnya.
Pemeliharaan PJU dan Fokus Kebersihan
Pada triwulan pertama 2026, pemeliharaan PJU dilakukan secara swakelola di sejumlah koridor utama, antara lain Jalan Juanda, Merdeka, Martadinata, Braga, Naripan, dan Asia Afrika.
Pemeliharaan tersebut meliputi penggantian lampu, perbaikan jaringan listrik, hingga penataan panel dan handhole agar lebih rapi dan aman.
Selain penerangan, isu kebersihan juga menjadi perhatian serius. Farhan menegaskan tidak boleh ada sampah yang terlihat di 17 koridor utama, terutama pada pagi hari.
“Orang mulai keluar rumah jam setengah enam pagi, jangan sampai masih ada sampah,” katanya.
17 Koridor Jadi Cermin Wajah Kota
Teman Voks, Farhan menutup dengan penegasan bahwa 17 ruas jalan utama di Kota Bandung harus benar-benar terjaga kualitasnya karena menjadi representasi langsung wajah kota di mata warga maupun wisatawan.
“Kalau 17 koridor ini bagus, bersih, terang, dan tertib, maka wajah Kota Bandung akan dinilai dari sana,” pungkasnya.
Melalui pendekatan humanis, pengawasan berkelanjutan, serta penataan kota yang konsisten, Pemkot Bandung berharap wajah kota tetap ramah, tertib, dan nyaman bagi semua.