Bandung kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit di Asia. Kota berjuluk Paris van Java ini resmi masuk tiga besar destinasi wisata dengan pertumbuhan tercepat di Asia sepanjang 2025 versi platform perjalanan global, Agoda.
Berdasarkan laporan Agoda, daftar tersebut disusun dari data pemesanan akomodasi periode Januari hingga November 2025, yang dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hasilnya menunjukkan lonjakan signifikan minat wisatawan internasional ke sejumlah kota di Asia, khususnya di Vietnam, Jepang, dan Indonesia.
Sa Pa dan Okayama Pimpin Pertumbuhan Wisata Asia

Posisi pertama ditempati Sa Pa, Vietnam, yang dikenal dengan keindahan pegunungan, udara sejuk, serta lanskap sawah terasering yang ikonik. Daya tarik Sa Pa semakin kuat dengan kehadiran kereta gantung modern menuju puncak Phang Xi Pang, yang memudahkan wisatawan menikmati panorama alam dari ketinggian.
Di peringkat kedua, Okayama, Jepang, mencuri perhatian wisatawan internasional berkat Taman Korakuen, salah satu taman terindah di Jepang, serta cerita rakyat legendaris Momotaro. Kota ini juga dikenal memiliki kekayaan kuliner dan hasil pertanian lokal yang menjadi daya tarik tersendiri.
Bandung Wakili Indonesia di Posisi Ketiga
Bandung menjadi satu-satunya kota dari Indonesia yang masuk dalam daftar bergengsi tersebut dengan menempati posisi ketiga. Kombinasi lanskap pegunungan, suhu udara yang sejuk, arsitektur kolonial, kekayaan budaya, serta kekuatan sektor kuliner menjadi faktor utama meningkatnya minat wisatawan mancanegara.
Data dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat bahwa jumlah kunjungan wisata ke Bandung hingga triwulan III 2025 mencapai 6,5 juta orang, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Menariknya, sektor wisata kuliner mendominasi sekitar 60 persen dari total kunjungan, menegaskan peran Bandung sebagai destinasi gastronomi unggulan.
Kota Jepang Lainnya Lengkapi Daftar
Selain Sa Pa, Okayama, dan Bandung, dua kota lain dari Jepang turut masuk dalam daftar lima besar, yaitu Matsuyama dan Takamatsu. Keduanya menunjukkan peningkatan minat wisatawan internasional sepanjang 2025, sekaligus mencerminkan tren berkembangnya destinasi Asia di luar kota-kota metropolitan utama.
Laporan ini memperkuat indikasi bahwa wisatawan global mulai melirik kota-kota dengan karakter lokal yang kuat, alam yang menonjol, serta pengalaman autentik sebagai alternatif destinasi wisata utama di Asia.