AS Rilis Piramida Makanan Baru, Fokus ke Makanan Utuh demi Lawan Krisis Kesehatan
Bandung — Teman Voks, Amerika Serikat tengah menghadapi kondisi darurat nasional di bidang kesehatan. Data terbaru menunjukkan sekitar 70 persen orang dewasa di AS mengalami obesitas, sementara satu dari tiga remaja terindikasi prediabetes. Kondisi ini dinilai mengancam ketahanan nasional, lantaran mayoritas anak muda Amerika tak lagi memenuhi standar fisik untuk dinas militer.
Situasi tersebut mendorong pemerintah AS mengambil langkah serius. Salah satunya dengan merilis Dietary Guidelines for Americans 2025–2030, pedoman pola makan terbaru yang menekankan konsumsi real food atau makanan minim olahan.
Pedoman ini diumumkan oleh Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS Robert F Kennedy Jr bersama Menteri Pertanian AS Brooke Rollins.
Ajakan Kembali ke Makanan Alami
Dalam keterangannya, Robert F Kennedy Jr menegaskan bahwa rumah tangga Amerika perlu memprioritaskan makanan utuh yang kaya nutrisi dan mengurangi konsumsi makanan olahan secara signifikan.
“Rumah tangga Amerika harus memprioritaskan makanan utuh yang kaya nutrisi seperti protein, produk susu, sayuran, buah-buahan, lemak sehat, dan biji-bijian utuh, serta secara signifikan mengurangi makanan olahan. Inilah cara kita Membuat Amerika Sehat Kembali,” ujar Kennedy, dikutip dari USDA, Selasa (21/1/2026).
Ia menambahkan, pedoman baru ini pada dasarnya mengembalikan kebiasaan makan berbasis makanan alami, namun dengan pendekatan ilmu gizi modern yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Piramida Makanan Versi Terbaru
Salah satu sorotan utama dalam pedoman ini adalah pembaruan piramida makanan. Jika sebelumnya karbohidrat kerap menjadi dasar, kini protein dan kualitas makanan menjadi fokus utama.
Piramida makanan baru AS menekankan beberapa prinsip berikut:
-
Protein menjadi prioritas dalam setiap waktu makan
-
Konsumsi produk susu murni tanpa gula tambahan
-
Konsumsi sayur dan buah-buahan utuh setiap hari
-
Sertakan lemak sehat dari makanan utuh seperti daging, makanan laut, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, zaitun, dan alpukat
-
Fokus pada biji-bijian utuh dan mengurangi karbohidrat olahan
-
Batasi konsumsi ultra processed food (UPF), gula tambahan, dan zat aditif buatan
-
Konsumsi makanan dalam jumlah tepat sesuai usia, gender, ukuran tubuh, dan aktivitas harian
-
Batasi konsumsi alkohol untuk manfaat kesehatan jangka panjang
Piramida ini dirancang sebagai alat edukasi nutrisi agar masyarakat lebih mudah memahami pola makan sehat yang seimbang.
Berlaku untuk Semua Kelompok Usia
Tak hanya untuk orang dewasa, pedoman ini juga mencakup rekomendasi nutrisi bagi berbagai kelompok, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, ibu hamil dan menyusui, lansia, hingga penderita penyakit kronis.
Bahkan, pola makan khusus untuk vegetarian dan vegan juga disertakan agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi tanpa mengandalkan produk ultra olahan.
Dukungan untuk Petani dan Produsen Lokal
Menteri Pertanian AS Brooke Rollins menilai pedoman ini bukan sekadar soal kesehatan individu, tetapi juga upaya menata ulang sistem pangan nasional.
“Akhirnya, kita menyelaraskan kembali sistem pangan kita untuk mendukung petani, peternak, dan perusahaan Amerika yang menanam dan memproduksi makanan asli,” ujar Rollins.
Menurutnya, petani dan peternak berada di garis depan solusi krisis kesehatan nasional. Artinya, ke depan masyarakat AS diharapkan lebih banyak mengonsumsi protein, produk susu, sayuran, buah-buahan, lemak sehat, dan biji-bijian utuh yang dihasilkan dari sektor pangan domestik.
Upaya Jangka Panjang Lawan Krisis Kesehatan
Teman Voks, rilisnya piramida makanan baru ini menandai perubahan besar dalam pendekatan kesehatan publik Amerika Serikat. Fokus tak lagi pada diet instan atau tren sesaat, melainkan kembali ke pola makan alami, seimbang, dan berkelanjutan.
Meski implementasinya masih akan menghadapi tantangan, pemerintah AS berharap pedoman ini bisa menjadi fondasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional dari sisi kesehatan.