Agak Laen 2 Pecahkan Rekor Baru, Tembus 3 Juta Penonton dalam 7 Hari
Halo Teman Voks, dunia perfilman Indonesia kembali ramai dibicarakan. Agak Laen: Menyala Pantiku, film komedi-horor karya Imajinari sekaligus lanjutan dari fenomena Agak Laen (2024), resmi mencatat rekor baru. Film ini berhasil mencapai tiga juta penonton hanya dalam tujuh hari penayangan—lebih cepat dari film pertamanya maupun KKN di Desa Penari yang sebelumnya menjadi tolak ukur capaian box office lokal.
Prestasi ini membuat Agak Laen 2 kembali membuktikan bahwa mereka memang “lain” dari yang lain.
Tiga Juta Penonton dalam Seminggu
Pada Rabu (3/12), Imajinari mengumumkan bahwa Agak Laen 2 sudah menembus angka tiga juta lebih cepat dari perkiraan. Meski angka detail belum dirilis saat itu, antusiasme penonton tampak dari unggahan akun resmi produksi.
“BERAPA? TIGA JUTA DIA WOYYYY!!…,” tulis Imajinari penuh gaya khas mereka yang akrab dengan para penonton muda.
Sehari kemudian, laman pencatat jumlah penonton Cinepoint mempertegas euforia tersebut. Hingga Rabu (4/12), Agak Laen 2 tercatat meraih 3.219.537 penonton, sebuah capaian yang mengokohkan posisi film ini sebagai salah satu pembuka akhir tahun paling kuat di bioskop Indonesia.
Imajinari disebut akan mengumumkan angka resmi pada Kamis siang, tetapi gelombang minat sudah terlihat stabil dan terus meningkat.
Menyamai dan Melampaui Rekor Film Besar
Sebelumnya, rekor tercepat mencapai tiga juta penonton dipegang oleh KKN di Desa Penari (2022) serta film pertama Agak Laen (2024), masing-masing dalam sembilan hari.
Kini, Agak Laen 2 memotong waktu tersebut menjadi tujuh hari saja.
Namun untuk catatan historis film Indonesia, rekor tercepat masih berada di tangan Pengabdi Setan 2: Communion (2022), yang hanya membutuhkan 5,5 hari untuk menyentuh tiga juta penonton. Film Joko Anwar itu juga menjadi film tercepat menembus satu juta penonton, hanya dalam dua hari tayang.
Meski begitu, dengan dominasi layar yang masih sangat kuat, peluang Agak Laen 2 untuk merangkak mengejar atau bahkan melampaui capaian Pengabdi Setan 2 masih terbuka. Tren penonton yang terus naik menunjukkan bahwa film ini belum kehilangan momentum.
Buka Hari Pertama dengan Gemilang
Performa Agak Laen 2 sudah terlihat sejak hari pertama. Pada 28 November 2025, film ini berhasil mengantongi 272.846 penonton, jauh melampaui pembukaan film pertamanya yang mencatat 181.689 penonton pada Februari 2024.
Kenaikan ini menandakan bahwa hype yang dibangun film pertama masih kuat, dan penonton kembali masuk bioskop dengan ekspektasi tinggi terhadap sekuel ini. Bagi Imajinari, ini menjadi bukti bahwa formula komedi absurd, karakter kuat, dan visual yang rapi masih sangat digemari masyarakat.
Petualangan Baru Para Komika: Kali Ini Jadi Detektif Gagal
Agak Laen: Menyala Pantiku tetap mempertahankan keempat komika andalannya: Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga. Namun kali ini mereka tidak lagi menjadi petugas rumah hantu seperti di film pertama. Mereka berubah profesi menjadi detektif—yang sayangnya tetap gagal di mana-mana.
Empat sekawan ini mendapat kesempatan terakhir: menyamar di sebuah panti jompo misterius untuk mengungkap keberadaan seorang buronan kasus pembunuhan. Buronan tersebut diduga bersembunyi di antara para lansia penghuni panti.
Dari sinilah kekacauan dimulai. Penyamaran yang tidak mulus, perilaku penghuni panti yang tidak terduga, hingga dinamika kelompok komika yang penuh punchline spontan membuat film ini dipenuhi komedi situasi absurd ala Agak Laen.
Didukung Cast yang Lebih Luas
Selain empat komika utama, Menyala Pantiku juga dibintangi oleh deretan aktor dan aktris yang memberi warna baru, seperti:
-
Ariyo Wahab
-
Priska Baru Segu
-
Boah Sartika
-
Chew Kin Wah
-
Jajang C. Noer
-
Jarwo Kwat
-
Egi Fedly
-
Tissa Biani
Kehadiran nama-nama ini memperkaya dinamika dan memperluas semesta Agak Laen, membuat sekuelnya terasa lebih matang dibanding seri pertama.
Masih Mendominasi Bioskop, Masih Bisa Pecah Rekor
Teman Voks, dalam satu minggu pertama, Agak Laen 2 masih mendominasi layar bioskop nasional. Banyak studio masih memprioritaskan film ini mengingat tingginya permintaan penonton.
Dengan performa yang stabil, tidak menutup kemungkinan film ini akan menyalip beberapa rekor film Indonesia lain, baik dalam jumlah total penonton maupun kecepatan pencapaian milestone box office.
Bagi industri film lokal, keberhasilan Agak Laen 2 menunjukkan bahwa komedi absurd dengan pengemasan sinematis masih punya tempat besar di hati penonton Indonesia. Dan tentu saja, ini jadi angin segar untuk penutup tahun 2025 di bioskop Indonesia.