Pertolongan Pertama Psikologis: Cara Sederhana Menenangkan Diri dan Orang Lain di Situasi Krisis

Pertolongan Pertama Psikologis: Cara Sederhana Menenangkan Diri dan Orang Lain di Situasi Krisis

Teman Voks, saat terjadi bencana atau situasi yang mengancam rasa aman, tubuh dan pikiran manusia bisa bereaksi secara intens. Dalam momen-momen seperti itu, pertolongan pertama tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal psikologis. Psikolog klinis Phoebe Ramadina membagikan langkah-langkah yang bisa dilakukan siapa pun untuk memberikan pertolongan pertama psikologis atau Psychological First Aid (PFA).

PFA bukan terapi, melainkan dukungan awal agar seseorang merasa lebih tenang, aman, dan mampu mengendalikan kondisi dasarnya. Mari kita bahas langkah-langkahnya, Teman Voks.

Memastikan Keamanan Fisik Terlebih Dahulu

Langkah pertama sebelum memberikan dukungan emosional adalah memastikan keamanan fisik. Phoebe menjelaskan bahwa individu perlu diarahkan untuk berpindah ke tempat yang lebih aman atau memenuhi kebutuhan dasar, seperti air minum, makanan, dan tempat istirahat.

Dalam situasi krisis, tubuh sering berada dalam mode waspada. Karena itu, rasa aman fisik adalah fondasi sebelum seseorang bisa memproses emosinya. Mengajak korban duduk, mencari tempat yang tidak bising, atau mengatur ruang gerak yang nyaman dapat membantu menenangkan respons tubuh mereka.

Validasi Emosi Tanpa Memaksa

Setelah kondisi fisik aman, yang dibutuhkan seseorang adalah ruang untuk merasa didengar. Validasi emosi menjadi bagian penting dari pertolongan pertama psikologis.

Phoebe mengingatkan agar Teman Voks memberikan kesempatan bagi individu untuk bercerita tanpa memaksa mereka membuka semua detail. Cukup dengarkan dengan penuh perhatian, gunakan nada suara yang lembut, dan hindari komentar yang meremehkan perasaan mereka.

Validasi seperti, “Kamu sudah melakukan yang terbaik,” atau “Wajar kalau kamu merasa seperti itu,” sangat membantu seseorang merasa dipahami dan tidak sendirian.

Mengarahkan Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Saat seseorang berada dalam keadaan cemas, pikiran sering kali bergerak tidak teratur. Untuk itu, Teman Voks bisa membantu mereka fokus pada hal-hal kecil yang bisa dikendalikan.

Memberi saran membuat rencana sederhana untuk beberapa jam ke depan dapat membantu menurunkan beban mental. Teknik grounding seperti menarik napas perlahan atau menjejakkan kaki ke tanah juga bisa membuat tubuh kembali stabil.

Teknik sederhana, namun efektif, membantu seseorang memisahkan situasi nyata dari ketakutannya sendiri.

Menghubungkan dengan Dukungan Sosial

Jika memungkinkan, bantu individu menjangkau dukungan sosial terdekat. Bisa dari keluarga, tetangga, relawan, atau layanan kesehatan mental yang tersedia.

Dukungan sosial adalah salah satu faktor pemulihan yang paling efektif dalam situasi bencana. Merasa ada yang menemani membantu seseorang mengurangi tekanan psikologis dan meningkatkan rasa aman.

Mengenali Tanda-Tanda Stres dan Kecemasan

Phoebe juga menjelaskan bahwa tanda stres sering muncul dalam tiga bentuk: fisik, emosi, dan perilaku.

Secara fisik, seseorang mungkin merasakan tegang otot, sakit kepala, sulit tidur, jantung berdebar, atau mudah lelah. Secara emosional, mereka bisa merasa gelisah, takut berlebihan, mudah tersinggung, atau kewalahan.

Sementara pada perilaku, gejala dapat muncul berupa sulit berkonsentrasi, sulit mengambil keputusan, menarik diri, atau terus-menerus mencari informasi tentang bencana.

Jika tanda-tanda ini bertahan lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, itu menjadi sinyal bahwa individu membutuhkan bantuan profesional.

Dampak Paparan Berlebihan terhadap Berita Bencana

Paparan informasi yang terlalu intens dapat memicu disaster-related stress. Phoebe menekankan pentingnya memilah sumber informasi secara bijak.

Ketika tubuh mulai menunjukkan tanda cemas, seperti napas cepat, dada sesak, atau pikiran berputar, teknik regulasi emosi seperti pernapasan diafragma atau grounding 5-4-3-2-1 dapat membantu menurunkan ketegangan.

Membatasi waktu melihat berita, misalnya dua hingga tiga kali sehari, juga bisa membantu menjaga kesehatan mental tetap stabil. Pilih sumber informasi resmi agar tidak terjebak dalam konten spekulatif atau dramatis.

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Situasi Tidak Pasti

Teman Voks, menjaga rutinitas yang menyeimbangkan paparan berita dengan aktivitas menenangkan juga sangat membantu. Berjalan kaki, journaling, atau berbicara dengan orang yang dipercaya dapat memberikan ruang bagi mental untuk beristirahat.

Phoebe mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental bukan berarti mengabaikan situasi yang terjadi. Justru, dengan pikiran yang lebih jernih, seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan adaptif.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

gerhana-matahari-total_169
Gerhana Matahari Total Terjadi Hari Ini
6857c633df38e
PASCA KONFLIK AS & ISRAEL IRAN TUTUP SELAT HORMUZ, INI DAMPAK BAGI INDONESIA
pelatih-persib-bojan-hodak-dalam-konferensi-pers-pralaga-bri-kv8i
Bojan Hodak Enggan Komentari Wasit Usai Persib Ditahan Persebaya 2-2 di GBT
Ilustrasi-sampah-128923058
Wali Kota Bandung Targetkan Setiap RW Olah 25 Kg Sampah Organik per Hari
69883738659ee-suporter-timnas-futsal-indonesia_1265_711
Harga Tiket Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Mulai Rp150 Ribu, Ini Rinciannya

#ADVERTISE