Demo Bandung Hari Ini, Polda Jabar Pastikan Kamtibmas Kondusif
Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jawa Barat tetap kondusif meskipun terjadi demo lanjutan di Bandung hari ini.
Baca Juga Tentang: Situasi Kondusif di Jabar, Tapi Bandung Bersiap Gelombang Aksi Lanjutan
Tepat pada Jumat pagi, sejumlah organisasi kampus seperti BEM SI Jabar, Suara Ganesha (ITB), BEM UNISBA, Unpad, Unikom, Unla, UNPAS, UPI, UIN Bandung, hingga Widyatama menggerakkan massa untuk aksi lanjutan di kawasan Gedung DPRD Jabar. Aksi ini diwarnai solidaritas atas kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang sempat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat demo di Jakarta.
Poster-poster yang beredar mencerminkan tuntutan yang tegas: keadilan bagi Affan, pertanggungjawaban Polri terhadap tindakan represif, pembebasan demonstran yang masih ditahan, hingga seruan reformasi institusional Polri.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, memastikan bahwa gelombang aksi buruh dan mahasiswa di tiga lokasi berbeda di Jawa Barat berlangsung dengan damai, tertib, dan aman. Ia meminta masyarakat untuk kembali beraktivitas dengan normal dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang belum terbukti kebenarannya.
“Sampaikan aspirasi dengan damai. Mahasiswa, pelajar, pengemudi ojol, dan masyarakat luas diminta tidak terpengaruh isu-isu yang belum jelas. Serahkan penanganan peristiwa di Jakarta kepada aparat hukum, yang bekerja secara profesional dan transparan,” tegas Hendra.
Untuk mengantisipasi potensi gangguan, Polda Jabar mengerahkan 2.450 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait. Sekitar 1.474 personel ditempatkan di tiga titik aksi di Bandung, Gedung Sate, DPRD Jabar, dan pusat-pusat konsolidasi massa. Sementara sisanya siaga di Mapolda dan batalyon pengamanan lainnya.
Sebelumnya, Polda Jabar juga melakukan langkah preventif dengan mengamankan 44 pelajar di Karawang yang hendak bergabung dengan demo di Jakarta. Para pelajar kemudian didata dan dikembalikan kepada orang tua, sebagai bagian dari strategi menjaga kondusivitas dan mencegah mereka terlibat politik praktis di usia dini.
Selain itu, meski tidak disebutkan secara eksplisit dalam konteks Bandung, jejak koordinasi semacam ini menunjukkan komitmen aparat untuk membatasi pelibatan anak di bawah umur dalam aksi massa.
Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada elemen masyarakat yang telah mendukung penciptaan suasana aman, menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan berbagai elemen masyarakat.
Ia menambahkan agar masyarakat tetap fokus pada aktivitas rutin dan menahan diri untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi. Ajakan sederhana namun efektif: “Mari jaga Jawa Barat tetap aman dan damai”.
Source : Antara News
Penulis : Angela Augustine William