Kasus Rantis Brimob Tabrak Ojol, Propam Pastikan Transparansi Jadi Kunci

Kasus Rantis Brimob Tabrak Ojol, Propam Pastikan Transparansi Jadi Kunci

Suasana Demo yang Berujung Tragedi

Teman Voks, suasana demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat lalu, sempat diwarnai momen yang bikin dada kita sesak. Seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob yang sedang berada di lokasi. Insiden ini sontak memicu perhatian publik dan memunculkan desakan agar kasus ditangani secara serius serta transparan.

Bagi banyak orang, ojol bukan sekadar profesi. Mereka adalah bagian dari denyut nadi kota: mengantar makanan, mengantarkan orang ke tujuan, hingga jadi pahlawan di tengah macetnya ibu kota. Maka, tragedi yang menimpa salah satu dari mereka terasa begitu dekat dan menyedihkan.

Propam Turun Tangan

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Irjen Polisi Abdul Karim, langsung memberi keterangan soal langkah penanganan kasus ini. Ia menegaskan kalau pemeriksaan dilakukan cepat dan transparan. Tidak hanya oleh internal Polri, tapi juga melibatkan pihak eksternal demi memastikan obyektivitas.

“Kami juga sudah koordinasi dengan pihak Kompolnas untuk bisa melibatkan diri dan pengawasan, dalam beberapa proses pemeriksaan tersebut,” jelas Abdul Karim.

Langkah ini penting, Teman Voks. Kenapa? Karena dalam kasus yang melibatkan aparat, publik butuh rasa percaya. Tanpa transparansi, mudah sekali muncul spekulasi dan ketidakpuasan yang justru memperkeruh keadaan.

 

Baca Juga Tentang : Pemprov DKI Pastikan Pemulihan Fasilitas Publik Pasca Demo di Depan DPR

 

Brimob Jadi Sorotan

Dalam insiden itu, diketahui ada tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam mobil rantis saat kejadian. Mereka kini sedang diperiksa. Tujuh nama itu terdiri dari Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.

Bagi publik, daftar inisial ini mungkin belum cukup. Banyak pihak berharap penyelidikan tidak berhenti di balik layar, melainkan ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini.

Transparansi dan Harapan Publik

Teman Voks, kamu pasti sepakat kalau kepercayaan terhadap aparat adalah pondasi penting bagi demokrasi. Ketika ada peristiwa tragis seperti ini, publik ingin memastikan ada akuntabilitas. Bukan sekadar pemeriksaan internal yang sering dianggap formalitas, tapi benar-benar ada proses hukum yang terbuka.

Itu sebabnya kehadiran Kompolnas dalam pengawasan kasus ini menjadi sinyal baik. Harapannya, tidak ada yang ditutup-tutupi, dan setiap langkah bisa dipantau agar hasilnya obyektif.

Luka di Tengah Aksi

Kalau kita tarik ke belakang, demo yang berlangsung di sekitar Senayan hari itu memang cukup panas. Massa aksi dan aparat sempat terlibat gesekan hingga membuat situasi ricuh. Di tengah kekacauan itu, rantis Brimob melaju dan menabrak seorang pengemudi ojol yang kebetulan sedang berada di lokasi.

Tragedi ini meninggalkan luka, bukan hanya bagi keluarga korban, tapi juga bagi banyak orang yang menaruh simpati. Dunia maya pun ramai dengan tagar solidaritas untuk ojol.

Suara Ojol dan Publik

Pengemudi ojol sering kali berada di garis depan jalanan ibu kota. Mereka tahu betul bagaimana rasanya menghadapi risiko setiap hari: dari kecelakaan lalu lintas, panas, hujan, sampai kemungkinan terjebak di tengah kericuhan.

Maka, ketika salah satu dari mereka menjadi korban dalam peristiwa tragis ini, komunitas ojol tidak tinggal diam. Beberapa komunitas ojek online langsung menyuarakan tuntutan agar kasus ditangani secara adil. Mereka menekankan bahwa pekerjaan mereka sudah cukup penuh risiko, jadi jangan sampai ada tambahan bahaya karena kelalaian pihak lain.

Momentum untuk Berbenah

Teman Voks, tragedi ini bisa jadi momentum penting bagi Polri dan khususnya Brimob untuk berbenah. Penggunaan kendaraan taktis dalam situasi demo tentu memiliki protokol ketat. Pertanyaannya, apakah prosedur itu sudah dijalankan dengan benar? Atau ada kelalaian yang membuat nyawa seseorang melayang sia-sia?

Jawaban atas pertanyaan ini bukan hanya penting untuk kasus hukum, tapi juga untuk masa depan tata kelola keamanan di Indonesia.

Menunggu Proses yang Adil

Kini publik sedang menunggu. Pemeriksaan terhadap tujuh anggota Brimob itu masih berjalan. Harapan terbesar tentu agar ada kejelasan siapa yang harus bertanggung jawab dan bagaimana hukuman dijatuhkan.

Di saat yang sama, keluarga korban juga menanti keadilan. Kehilangan orang tercinta bukanlah hal mudah. Setidaknya, proses hukum yang transparan bisa memberikan sedikit kelegaan, bahwa kematian ini tidak dibiarkan begitu saja.

Voks Take: Pentingnya Transparansasi

Teman Voks, insiden rantis Brimob yang menabrak pengemudi ojol ini jadi pengingat betapa pentingnya transparansi dan akuntabilitas aparat di mata publik. Di tengah derasnya arus informasi, setiap langkah penanganan kasus akan terus dipantau. Publik ingin melihat keadilan berjalan, bukan hanya janji di atas kertas.

Dan buat kita semua, tragedi ini mengajarkan betapa rapuhnya hidup di jalanan kota besar. Satu kelalaian kecil bisa berakibat fatal. Semoga kasus ini benar-benar ditangani serius, dan ke depan tidak ada lagi cerita pahit serupa yang harus kita dengar.

 

Source : Antara News

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

vira, voks intelegent radio assistant, ai
Tonggak Baru Dunia Radio: Vira, Reporter AI Pertama Hadir di Voks Radio Bandung
1330591_720
Demo Bandung Hari Ini, Polda Jabar Pastikan Kamtibmas Kondusif
IMG_3390
Situasi Kondusif di Jabar, Tapi Bandung Bersiap Gelombang Aksi Lanjutan
Aksi-28-Agustus-2025-28082025-gp-15
Seruan Humanis MUI: Demo Itu Hak, Jangan Sampai Ada Korban Lagi
IMG_20250829_011528
Kasus Rantis Brimob Tabrak Ojol, Propam Pastikan Transparansi Jadi Kunci

#ADVERTISE