Turun 13 Kilogram dalam 5 Bulan, Gilang Ungkap Tantangan Terbesar Saat Diet

Turun 13 Kilogram dalam 5 Bulan, Gilang Ungkap Tantangan Terbesar Saat Diet

Voks Radio Bandung – Menjalani program diet untuk menurunkan berat badan sering kali tidak semudah yang dibayangkan. Selain membutuhkan disiplin dalam olahraga, banyak orang justru menghadapi tantangan terbesar dari rasa lapar yang sulit dikendalikan.

Hal ini juga dirasakan oleh Gilang, seorang karyawan swasta di Jakarta yang berhasil menurunkan berat badan sekitar 13 kilogram dalam waktu kurang dari lima bulan. Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Senin (9/3/2026), Gilang membagikan pengalaman serta tantangan yang ia hadapi selama menjalani proses diet.

Menurutnya, kesulitan terbesar bukan datang dari aktivitas olahraga, melainkan dari usaha menahan keinginan untuk makan.

“Kalau kesulitannya menurut saya bukan di olahraganya ya, tapi lebih ke nafsu untuk nahan makannya,” ujar Gilang.

Rasa Lapar Sering Datang di Malam Hari

Teman Voks, salah satu tantangan yang paling sering dialami oleh Gilang selama menjalani diet adalah rasa lapar yang muncul pada malam hari.

Ketika tubuh mulai beradaptasi dengan pola makan baru yang lebih teratur dan terkontrol, rasa lapar kerap muncul lebih kuat dibanding biasanya.

“Kadang-kadang masih sering juga kalau malam tuh lapar banget,” kata Gilang.

Situasi tersebut sempat membuatnya kesulitan untuk tetap konsisten dengan pola makan yang sudah ia rencanakan.

Rasa lapar di malam hari memang menjadi salah satu tantangan umum bagi banyak orang yang sedang menjalani diet. Hal ini biasanya terjadi karena tubuh masih dalam proses menyesuaikan diri dengan perubahan pola makan dan asupan kalori.

Mengatasi Lapar dengan Cara Sederhana

Agar tetap bisa mengendalikan rasa lapar tanpa mengganggu program diet, Gilang mencoba mencari solusi yang sederhana.

Ia memilih makanan yang mudah didapat namun tetap dapat membantu menahan rasa lapar, yaitu telur.

Menurutnya, telur menjadi pilihan yang cukup efektif untuk mengatasi rasa lapar di malam hari tanpa harus mengonsumsi makanan berat yang tinggi kalori.

“Tapi akhirnya saya ganti aja makan telur. Biasanya telur rebus gitu atau telur ceplok,” ujarnya.

Telur yang ia konsumsi biasanya dimasak tanpa menggunakan minyak agar tetap rendah kalori.

Cara sederhana ini menurut Gilang cukup membantu menjaga konsistensinya selama menjalani program diet.

Pentingnya Konsistensi

Selain mengatur pola makan, Gilang juga menyadari bahwa kunci utama dalam menjalani diet adalah konsistensi.

Menurunkan berat badan bukan hanya soal mengikuti program diet dalam waktu singkat, tetapi juga tentang menjaga kebiasaan sehat secara berkelanjutan.

Gilang juga menyarankan agar setiap orang menemukan motivasi pribadi sebelum memulai program diet.

Menurutnya, motivasi tersebut bisa menjadi pengingat ketika semangat mulai menurun atau ketika menghadapi tantangan selama proses penurunan berat badan.

“Saran saya mungkin orang harus cari tahu motivasinya atau kesukaannya waktu mau turunin berat badan,” kata Gilang.

Perubahan Gaya Hidup

Melalui kombinasi perubahan pola makan dan kebiasaan olahraga yang lebih teratur, Gilang akhirnya berhasil mencapai target penurunan berat badan.

Dalam waktu kurang dari lima bulan, berat badannya berhasil turun sekitar 13 kilogram.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa proses diet tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru bisa memberikan hasil yang signifikan.

Bagi Teman Voks yang sedang menjalani program diet, kisah Gilang ini bisa menjadi pengingat bahwa tantangan seperti rasa lapar atau godaan makanan memang akan selalu ada. Namun dengan strategi yang tepat, konsistensi, serta motivasi yang kuat, tujuan untuk hidup lebih sehat tetap bisa dicapai.

#VOKS UPDATE

#STREAMING

VOKS Radio
Memuat lagu...
Volume: 100%
🔄 Buffering...

#GET NOW

#VOKS UPDATE

Mudik
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Bisa Diakses Selama Libur Lebaran 2026
awas-doyan-makan-junk-food-bikin-gen-z-dan-millenial-rentan-kena-hipertensi-dan-diabetes42
Survei Ungkap 47 Persen Orang Indonesia Lakukan Emotional Eating, Apa Dampaknya?
28793440-189d-11f1-9120-a910fc22c6ac
Perang AS–Israel vs Iran Picu Dampak Global, Dari Lonjakan Harga Energi hingga Ancaman Krisis Pangan
69b6e2384ba06
Persib Ditahan Borneo FC 1-1 di Samarinda, Bojan Hodak: Seharusnya Bisa Menang
61887cc3c28c1
Turun 13 Kilogram dalam 5 Bulan, Gilang Ungkap Tantangan Terbesar Saat Diet

#ADVERTISE