5 Makanan Tradisional Indonesia dengan Rating Terendah Versi TasteAtlas, Ada yang dari Jawa Barat
Voks Radio Bandung – Kuliner Indonesia dikenal kaya rasa dan beragam. Banyak makanan tradisional Nusantara bahkan masuk dalam daftar kuliner terbaik dunia. Namun menariknya, ada juga beberapa hidangan khas Indonesia yang justru mendapat penilaian rendah dari situs kuliner internasional.
Situs TasteAtlas secara rutin merilis daftar peringkat makanan tradisional dari berbagai negara, termasuk kategori makanan dengan rating terendah. Daftar ini bertajuk Worst Rated Indonesian Foods dan terakhir diperbarui pada 21 Februari 2026.
Dalam daftar tersebut tercatat 8.861 penilaian, dengan 5.960 di antaranya dianggap valid oleh sistem TasteAtlas.
Meski begitu, TasteAtlas sendiri menegaskan bahwa peringkat ini bukanlah kesimpulan mutlak mengenai kualitas sebuah makanan. Tujuan daftar tersebut justru untuk memperkenalkan hidangan tradisional dari berbagai negara, sekaligus mendorong rasa ingin tahu orang untuk mencicipi makanan yang mungkin belum populer secara global.
Berikut lima makanan tradisional Indonesia yang mendapatkan rating terendah dalam daftar tersebut.
Paniki
Paniki menempati posisi pertama sebagai makanan Indonesia dengan rating terendah. Hidangan ini merupakan makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara, yang menggunakan daging kelelawar buah sebagai bahan utamanya.
Dalam proses pengolahannya, kelelawar biasanya dibakar terlebih dahulu untuk menghilangkan bulu. Setelah itu daging dibersihkan dan dipotong sebelum dimasak menggunakan berbagai bumbu seperti bawang, jahe, serai, daun kari, serta santan.
Paniki biasanya disajikan bersama nasi putih dan memiliki cita rasa yang kuat serta khas. Namun karena bahan utamanya cukup tidak biasa bagi sebagian orang, hidangan ini mendapat rating sekitar 2,2 dari 5 di TasteAtlas.
Tinutuan (Bubur Manado)
Di posisi berikutnya ada Tinutuan, atau yang lebih dikenal sebagai Bubur Manado. Hidangan ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara, dan dikenal sebagai makanan sehat yang kaya sayuran.
Tinutuan dibuat dari nasi yang dimasak bersama berbagai sayuran seperti bayam, labu, jagung, serta daun kemangi hingga menghasilkan tekstur bubur yang lembut.
Biasanya bubur ini disajikan dengan tambahan ikan asin dan sambal sebagai pelengkap. Meski populer di Indonesia, Tinutuan mendapat rating sekitar 2,3 dari 5 dalam daftar TasteAtlas.
Lawar
Lawar merupakan hidangan tradisional khas Bali yang dibuat dari campuran sayuran, kelapa parut, daging cincang, serta bumbu khas Bali.
Makanan ini sering disajikan dalam berbagai acara adat maupun upacara keagamaan. Beberapa jenis lawar bahkan menggunakan darah hewan sebagai campuran untuk memperkaya rasa dan warna hidangan.
Perpaduan bahan yang cukup unik membuat lawar tidak selalu mudah diterima oleh penilai internasional. Dalam daftar TasteAtlas, hidangan ini memperoleh rating sekitar 2,7 dari 5.
Pepes Tahu
Kuliner khas Sunda dari Jawa Barat, yaitu pepes tahu, juga masuk dalam daftar ini.
Pepes tahu dibuat dari tahu yang dihancurkan lalu dicampur dengan berbagai bumbu seperti bawang, cabai, serta daun kemangi. Campuran tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang sebelum dimasak dengan cara dikukus.
Teknik memasak ini menghasilkan aroma khas yang berasal dari daun pisang. Pepes tahu memiliki tekstur lembut dengan rasa gurih yang ringan.
Meski cukup populer di Indonesia, hidangan ini mendapatkan rating sekitar 2,8 dari 5 dalam daftar tersebut.
Tempe Bacem
Terakhir ada tempe bacem, makanan khas Jawa Tengah yang terkenal dengan rasa manis gurihnya.
Tempe bacem dibuat dengan cara memasak tempe menggunakan gula jawa, air kelapa, dan berbagai rempah hingga meresap. Setelah itu tempe biasanya digoreng sebentar hingga permukaannya sedikit karamelisasi.
Rasa manis yang cukup dominan merupakan ciri khas kuliner Jawa. Namun kombinasi rasa tersebut tidak selalu sesuai dengan selera sebagian penilai internasional, sehingga hidangan ini memperoleh rating sekitar 3,2 dari 5.
Bukan Penilaian Mutlak
Meski beberapa makanan Indonesia masuk dalam daftar rating terendah, hal ini tidak berarti hidangan tersebut benar-benar buruk.
TasteAtlas sendiri menegaskan bahwa daftar tersebut hanya berdasarkan penilaian pengguna di platform mereka dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian akhir terhadap sebuah makanan.
Sebaliknya, daftar ini justru dapat menjadi cara untuk memperkenalkan keragaman kuliner tradisional kepada dunia serta mengundang orang untuk mencoba makanan yang mungkin belum banyak dikenal secara internasional.
Bagi Teman Voks, daftar ini juga bisa menjadi pengingat bahwa selera makanan sangat dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan masing-masing daerah. Apa yang dianggap unik atau bahkan aneh oleh sebagian orang, bisa saja justru menjadi makanan favorit bagi masyarakat di daerah asalnya.