Langit Ramadan Berubah Merah, Momentum Ibadah di Malam 14 yang Tak Biasa
Teman Voks, pertengahan Ramadan tahun ini akan menghadirkan pemandangan langit yang berbeda. Pada malam 14 Ramadan 1447 Hijriah atau 3 Maret 2026, fenomena Gerhana Bulan Total diperkirakan dapat diamati di Indonesia selama cuaca cerah. Bulan yang biasanya terang akan perlahan berubah kemerahan saat memasuki fase totalitas.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari detikJabar, gerhana terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus dengan Bumi di posisi tengah. Bayangan inti Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan sehingga cahaya yang sampai ke Bulan didominasi warna merah akibat pembiasan atmosfer. Inilah yang membuat Bulan tampak memerah di langit malam.
Tidak hanya menjadi fenomena astronomi, gerhana bulan juga memiliki makna ibadah bagi umat Islam. Kementerian Agama menganjurkan pelaksanaan salat gerhana bulan atau salat Khusuf ketika peristiwa ini berlangsung. Salat sunnah ini dilakukan dua rakaat dengan bacaan yang dipanjangkan dan disertai anjuran memperbanyak doa serta zikir.
Salat Khusuf dapat dilaksanakan sejak gerhana mulai terlihat hingga berakhir. Biasanya, setelah salat dilanjutkan dengan khutbah yang mengingatkan tentang kebesaran Allah SWT serta pentingnya introspeksi diri. Momentum ini menjadi pengingat bahwa fenomena alam bukan sekadar peristiwa visual, tetapi juga tanda kebesaran Sang Pencipta.
Teman Voks, gerhana di malam 14 Ramadan bukan hanya soal Bulan yang berubah warna. Ia hadir sebagai momen refleksi di tengah ibadah puasa. Di antara rutinitas menuju Lebaran, langit seakan mengajak untuk berhenti sejenak, menundukkan hati, dan memperkuat makna Ramadan.