Masjid Agung Bandung Hadirkan “Ramadan Fest” 1447 H, Libatkan Masyarakat dan UMKM
Bandung, Voks Radio – Masjid Agung Kota Bandung menyiapkan rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah yang lebih terbuka dan kolaboratif melalui program bertajuk Ramadan Fest. Kegiatan ini akan berlangsung pada 6–15 Maret 2026 dan dirancang sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam memakmurkan masjid selama bulan suci.
Ketua Nazhir Masjid Agung Kota Bandung, Roedy Wiranatakusumah, mengatakan Ramadan Fest menjadi pilot project yang diharapkan dapat menjadi contoh penyelenggaraan program Ramadan di masjid-masjid agung lainnya di wilayah Bandung.
“Ramadan Fest ini kami rancang untuk melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta agar dapat berpartisipasi aktif. Kami ingin Ramadan terasa lebih hidup dan memberi ruang bagi berbagai kegiatan positif,” ujarnya, Senin (18/02/2026).
Bazar UMKM hingga Tausiah Terbuka
Ramadan Fest tidak hanya menghadirkan agenda keagamaan, tetapi juga kegiatan sosial dan ekonomi umat. Sejumlah program yang telah disiapkan di antaranya:
-
Bazar UMKM
-
Lomba dan kegiatan menggambar untuk anak-anak
-
Tausiah di ruang terbuka
-
Pertunjukan musik bernuansa Ramadan
-
Buka puasa bersama setiap hari
Kegiatan akan digelar di area dalam dan luar masjid, termasuk selasar dan halaman, sehingga memberi ruang interaksi yang lebih luas bagi masyarakat.
Roedy menegaskan, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama. Pihak masjid bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Kota Bandung untuk memberikan pembinaan kepada para pelaku UMKM yang berpartisipasi. Diperkirakan sekitar 20–30 UMKM akan turut meramaikan acara.
“Kami ingin Ramadan Fest juga menjadi ruang penguatan ekonomi umat. UMKM bisa memanfaatkan momentum ini untuk berkembang,” jelasnya.
Kolaborasi dengan Pemkot dan Kegiatan Ngabuburit
Masjid Agung Bandung juga menjalin kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung. Selama Ramadan, setiap kecamatan dijadwalkan secara bergiliran menggelar kegiatan ngabuburit di kawasan masjid. Dengan konsep ini, partisipasi warga dari berbagai wilayah diharapkan semakin luas.
Selain itu, setiap hari masjid menyiapkan buka puasa bersama bagi sekitar 1.000 orang dan terbuka untuk umum tanpa memandang latar belakang.
“Kami ingin masjid menjadi ruang yang ramah bagi semua. Siapa pun yang datang dapat merasakan kebersamaan saat berbuka puasa dan mengikuti kegiatan Ramadan,” ujarnya.
Atraksi Edukatif dan Target Ribuan Pengunjung
Ramadan Fest juga menghadirkan atraksi edukatif, salah satunya kegiatan pembersihan dua menara Masjid Agung Bandung oleh tim Vertical Rescue. Kegiatan ini diharapkan menjadi tontonan edukatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan ikon masjid.
Panitia menargetkan 3.000 hingga 4.000 pengunjung setiap hari selama kegiatan berlangsung. Target tersebut dinilai realistis mengingat tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Ramadan di pusat Kota Bandung.
Roedy berharap Ramadan Fest dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta dalam memakmurkan masjid.
“Masjid Agung Bandung terbuka untuk kolaborasi. Kami berharap seluruh warga Kota Bandung dapat ikut meramaikan dan memaknai Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat,” pungkasnya.
Dengan konsep partisipatif dan inklusif, Ramadan Fest diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga model pengelolaan kegiatan Ramadan yang mampu memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan kebersamaan di tengah masyarakat.