Pemkot Bandung Perkuat Mitigasi Banjir, Pasang Sensor Dini di Hulu Cikapundung
Bandung — Teman Voks, Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, seiring meningkatnya intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir dan bertepatan dengan pekan akhir Januari 2026.
Berbagai upaya dilakukan Pemkot Bandung untuk meminimalkan risiko banjir, salah satunya melalui pemasangan alat sensor peringatan dini di kawasan hulu Sungai Cikapundung. Langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan sistem deteksi dan respons cepat terhadap potensi luapan sungai akibat curah hujan tinggi.
Sensor Terhubung Langsung ke Command Center
Alat sensor peringatan dini tersebut dipasang di titik-titik strategis di kawasan hulu Sungai Cikapundung. Sistem ini dirancang untuk memantau kondisi debit air secara real time dan memberikan peringatan dini jika terjadi peningkatan muka air yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah hilir.
Sensor ini terhubung langsung dengan Command Center Kota Bandung dan dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung. Dengan sistem terintegrasi ini, data dari lapangan dapat dipantau secara cepat dan akurat oleh petugas, sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan.
Pemkot Bandung menilai penggunaan teknologi berbasis data menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.
Antisipasi Hujan Ekstrem Akhir Januari
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa peningkatan kewaspadaan dilakukan karena intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir cenderung meningkat. Kondisi ini berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir, terutama di wilayah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Menurut Farhan, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dari hulu agar dampak yang dirasakan masyarakat di wilayah hilir dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Mitigasi tidak bisa dilakukan secara reaktif. Kita harus memperkuat sistem peringatan dini dan respons cepat, terutama di wilayah hulu sungai,” ujarnya.
Menunggu Jadwal Operasi Modifikasi Cuaca
Selain pemasangan sensor, Pemkot Bandung juga menyiapkan opsi mitigasi lain, yakni melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Farhan menyebut, pihaknya saat ini masih menunggu jadwal pelaksanaan OMC yang telah dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menurutnya, modifikasi cuaca menjadi salah satu opsi strategis untuk mengurangi risiko hujan ekstrem di wilayah Bandung Raya, terutama saat pola cuaca menunjukkan potensi curah hujan tinggi dalam waktu singkat.
“Operasi Modifikasi Cuaca ini menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem, tentu dengan tetap menunggu kajian dan jadwal dari BNPB,” kata Farhan.
Mitigasi Berbasis Kolaborasi dan Teknologi
Pemkot Bandung menegaskan bahwa penanganan banjir tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga partisipasi aktif masyarakat.
Penguatan sistem sensor peringatan dini menjadi bagian dari transformasi pengelolaan kebencanaan berbasis teknologi. Data yang dihasilkan dari sensor akan menjadi dasar pengambilan keputusan, mulai dari peringatan kepada warga hingga penyiapan langkah evakuasi jika dibutuhkan.
Selain itu, koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) juga terus diperkuat, termasuk dengan aparat kewilayahan dan relawan kebencanaan.
Warga Diimbau Tetap Waspada
Di tengah berbagai langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah, warga Kota Bandung tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir dan di sepanjang aliran sungai.
Pemkot Bandung mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melaporkan jika menemukan kondisi sungai yang meluap atau tanggul yang berpotensi jebol.
“Mitigasi akan lebih efektif jika dibarengi dengan kesadaran dan peran aktif masyarakat,” ujar Farhan.
Fokus Jangka Panjang Penanganan Banjir
Ke depan, Pemkot Bandung menargetkan penguatan mitigasi banjir tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan. Penataan kawasan sungai, peningkatan kapasitas drainase, serta edukasi kebencanaan kepada masyarakat akan terus dilakukan secara bertahap.
Dengan kombinasi antara teknologi, kolaborasi, dan kesadaran publik, Pemkot Bandung berharap risiko banjir akibat cuaca ekstrem dapat ditekan, serta keselamatan dan kenyamanan warga tetap terjaga di tengah perubahan iklim yang semakin terasa.