Inter Tumbang di San Siro, Chivu Akui Arsenal Terlalu Sulit Dibendung
Bandung — Teman Voks, Inter Milan harus mengakui keunggulan Arsenal usai kalah dengan skor 1-3 dalam lanjutan Liga Champions. Duel Inter vs Arsenal berlangsung di Stadion San Siro, Milan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Arsenal tampil dominan dan memastikan kemenangan lewat dua gol Gabriel Jesus pada menit ke-10 dan 31, serta satu gol penutup dari Viktor Gyokeres di menit ke-84. Sementara itu, Inter hanya mampu membalas melalui tendangan jarak jauh Petar Sucic pada menit ke-18.
Hasil ini membuat Arsenal masih menjaga rekor sempurna mereka di Liga Champions dengan tujuh kemenangan beruntun. Sebaliknya, Inter menelan kekalahan ketiga musim ini dan harus turun ke peringkat delapan klasemen sementara fase liga.
Chivu: Arsenal Lebih Unggul dalam Segala Aspek
Usai pertandingan, pelatih Inter Milan Cristian Chivu tak menutupi kekagumannya terhadap permainan Arsenal. Menurutnya, Meriam London tampil dengan level intensitas dan kualitas yang berada di atas Inter.
“Mereka lebih kuat dalam hal intensitas, teknik, kecepatan, cakupan, dan ide dalam menyerang lini pertahanan,” kata Chivu kepada Sky, dikutip dari Tutto Mercato Web.
Chivu mengakui Inter sebenarnya sempat memiliki momentum di babak pertama. Saat skor masih imbang 1-1, Nerazzurri dinilai punya peluang untuk mencetak gol tambahan.
“Kami mencoba untuk tetap dalam permainan dan menampilkan performa yang baik di babak pertama; saat skor 1-1, kami seharusnya bisa mencetak gol. Kami kurang beruntung dari situasi bola mati, bola membentur mistar dan mengenai kepala pemain,” ujarnya.
Pergantian Pemain Arteta Jadi Pembeda
Memasuki babak kedua, Chivu menilai Arsenal tampil semakin solid. Pergantian pemain yang dilakukan Mikel Arteta justru menghadirkan masalah baru bagi lini pertahanan Inter.
“Pada babak kedua, mereka meningkatkan konsentrasi, dan kami kesulitan menciptakan peluang. Mereka juga melakukan pergantian pemain yang menimbulkan masalah,” lanjut Chivu.
Situasi tersebut akhirnya dimanfaatkan Arsenal lewat gol Viktor Gyokeres yang memperlebar keunggulan menjadi 3-1 dan memastikan kemenangan tim tamu.
Dibandingkan Atletico dan Liverpool, Arsenal Paling Menyulitkan
Chivu juga membandingkan kekalahan ini dengan hasil Inter saat menghadapi Atletico Madrid dan Liverpool. Menurutnya, Arsenal adalah lawan yang benar-benar membuat timnya kesulitan total.
“Kami tidak memiliki kesempatan. Pada babak pertama, kami memiliki peluang. Jika kami bisa memberikan sesuatu yang lebih melawan Liverpool dan Atletico, malam ini kami tidak bisa, malam ini tidak mungkin,” jelasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Inter benar-benar “mati kutu” di hadapan permainan cepat dan agresif Arsenal.
Siap Hadapi Babak Playoff
Kekalahan dari Arsenal membuat posisi Inter kini keluar dari zona 16 besar dan berpotensi harus melalui babak playoff. Meski begitu, Chivu menegaskan dirinya tidak khawatir dan siap menghadapi skenario tersebut.
“Saya tidak pernah khawatir; kami tahu ini tidak akan mudah. Saya bertanggung jawab atas peningkatan intensitas dan keberanian,” kata Chivu.
Ia juga menambahkan bahwa bermain dua laga tambahan bukan sesuatu yang perlu dikeluhkan.
“Dua pertandingan lebih atau kurang tidak banyak berpengaruh. Kita tidak perlu khawatir tentang itu. Jika kita harus memainkan dua pertandingan lagi, kita akan menghadapinya,” tegasnya.
Pelajaran Berharga dari Arsenal
Meski kalah, Chivu menilai laga melawan Arsenal memberi pelajaran penting bagi Inter. Menghadapi salah satu tim terbaik Eropa dengan pemain-pemain eksplosif seperti Bukayo Saka dan Leandro Trossard menjadi ujian berharga.
“Mari kita melangkah maju dengan keyakinan, menerima tantangan untuk bermain terbuka melawan tim yang dapat menimbulkan masalah,” ujarnya.
Chivu menutup dengan nada optimistis dan menegaskan kepercayaannya pada perkembangan tim.
“Saya akan mengambil pujian atas keberanian dan pertumbuhan yang telah kami tunjukkan akhir-akhir ini,” tutupnya.
Voks Radio akan terus menemani Teman Voks mengikuti perkembangan Liga Champions dan perjalanan tim lainnya di fase selanjutnya.