10 Lagu The Beatles Terbaik Sepanjang Masa, Lengkap dengan Cerita di Baliknya
Voks Radio Bandung — Teman Voks, kalau ngomongin The Beatles, rasanya seperti lagi membahas kitab suci dunia musik. Band asal Liverpool ini bukan cuma sukses secara komersial, tapi juga membentuk fondasi musik modern. Dari pop, rock, folk, hingga eksperimen studio yang revolusioner, hampir semua musisi setelahnya—sadar atau tidak—berutang pada The Beatles.
Meski resmi bubar sejak 1970, karya mereka justru terasa makin abadi. Lagu-lagu The Beatles masih hidup di radio, playlist streaming, TikTok, hingga konser tribute lintas generasi. Buat Teman Voks yang ingin memahami kenapa band ini begitu legendaris, berikut 10 lagu The Beatles terbaik sepanjang masa, lengkap dengan cerita dan fakta menarik di baliknya.
1. Twist and Shout (1963)
Lagu ini jadi potret energi liar The Beatles di era awal. Meski bukan ciptaan mereka, versi The Beatles adalah yang paling ikonik. John Lennon merekam vokal saat tenggorokannya sedang sakit. Itu adalah take terakhir hari itu, dan suaranya benar-benar “habis”. Tapi justru suara parau tersebut membuat Twist and Shout terdengar mentah, liar, dan penuh semangat rock ’n roll.
2. I Want to Hold Your Hand (1963)
Inilah lagu yang meluncurkan Beatlemania ke level global. Catchy, ceria, dan penuh energi cinta muda, lagu ini sukses besar di Amerika Serikat dan mengubah The Beatles dari band Inggris populer menjadi fenomena dunia. Melodi dan liriknya sederhana, tapi efeknya masif.
3. Yesterday (1965)
Kesederhanaan yang luar biasa. Yesterday hanya diiringi gitar akustik Paul McCartney dan string quartet, namun menjadi salah satu lagu paling menyentuh sepanjang sejarah musik. Uniknya, melodi lagu ini datang dari mimpi Paul. Ia bahkan sempat takut tak sengaja mencuri lagu orang lain. Judul awalnya pun bukan Yesterday, melainkan Scrambled Eggs.
4. Strawberry Fields Forever (1967)
Ini adalah pintu masuk ke era psychedelic The Beatles. John Lennon menulisnya berdasarkan kenangan masa kecil di Strawberry Field, tapi dikemas dengan nuansa mimpi dan surealis. Proses produksinya legendaris—dua versi berbeda digabung dengan trik teknis ekstrem oleh George Martin, menciptakan struktur lagu yang tak biasa.
5. A Day in the Life (1967)
Inilah The Beatles di puncak kegilaan kreatif. Lagu ini menggabungkan dua dunia: bagian John Lennon yang reflektif dan dreamy, lalu masuk ke bagian Paul McCartney yang lebih ceria. Bagian orkestra di tengah lagu—dengan puluhan musisi memainkan nada naik secara acak—jadi salah satu momen paling revolusioner dalam sejarah musik.
6. Hey Jude (1968)
Ditulis Paul McCartney untuk Julian Lennon yang sedang sedih akibat perceraian orang tuanya, Hey Jude terasa seperti pelukan musikal. Outro “na-na-na” yang hampir empat menit sempat dianggap terlalu panjang untuk radio, tapi justru menjadi kekuatan utamanya. Lagu ini sering berubah jadi terapi massal di stadion dan konser besar.
7. Blackbird (1968)
Minimalis, tapi bermakna besar. Blackbird ditulis Paul sebagai dukungan terhadap gerakan hak sipil Afrika-Amerika. Dengan teknik fingerstyle gitar yang rumit, lagu ini jadi favorit para gitaris. Suara burung yang terdengar ditambahkan untuk menciptakan suasana malam yang tenang.
8. Come Together (1969)
Gelap, cool, dan penuh attitude. Groove Come Together terasa santai tapi dalam. Lirik John Lennon yang absurd dan simbolis membuat lagu ini terus ditafsirkan ulang. Drum Ringo Starr di lagu ini dianggap sebagai salah satu permainan drum paling ikonik: simpel, tapi punya feel yang sulit ditiru.
9. Here Comes the Sun (1969)
George Harrison menulis lagu ini saat ia menjauh sejenak dari rutinitas dan konflik internal The Beatles. Duduk di taman sambil bermain gitar, lahirlah lagu penuh optimisme ini. Hangat, ringan, dan menenangkan, Here Comes the Sun kini jadi salah satu lagu The Beatles paling sering diputar di platform streaming.
10. Let It Be (1970)
Lagu dengan aura spiritual yang kuat. Paul McCartney menulis Let It Be setelah bermimpi tentang ibunya yang telah meninggal, Mary McCartney, yang berkata, “Let it be.” Lagu ini sering dianggap simbol perpisahan The Beatles—lahir di tengah konflik, tapi justru membawa pesan damai dan harapan.
Teman Voks, sepuluh lagu ini cuma sebagian kecil dari warisan besar The Beatles. Tapi dari sini kita bisa melihat satu hal: musik mereka bukan cuma soal nada dan lirik, melainkan cerita, emosi, dan keberanian untuk melampaui zamannya. Dan itulah alasan kenapa The Beatles akan selalu relevan, kapan pun musik diputar.